Latest Program: Pemerintah dukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal
Pemerintah dukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan sektor kreatif yang kompetitif di tingkat global
Pada acara peluncuran Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) Creative Hub di Aceh Besar, Kamis (23/4), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa keberadaan fasilitas seperti AMANAH sangat penting dalam memperkuat ekonomi kreatif di wilayah. Menurut siaran pers Kementerian Ekraf di Jakarta, Sabtu, AMANAH bertujuan menciptakan ruang untuk pengembangan usaha kreatif di bidang fesyen, kerajinan, kuliner, dan teknologi.
“Kementerian Ekraf bersedia bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengaktifkan creative hub ini, termasuk mengelola tenant, membantu pengembangan IP, serta meningkatkan akses pendanaan dan promosi sehingga merek lokal Aceh bisa berkembang nasional, sementara merek nasional bisa menembus pasar internasional,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif.
AMANAH diharapkan menjadi pusat penumbuhan talenta dan kolaborasi kreatif
Ketua Yayasan AMANAH Saifullah Muhammad menyatakan bahwa lembaga tersebut akan memulai kembali berbagai program pemberdayaan pemuda Aceh, dengan fokus pada penguatan kapasitas, kreativitas, dan kemandirian ekonomi generasi muda. Ia menekankan bahwa pengembangan usaha kreatif tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada kesiapan pelaku, manajemen yang efektif, dan kerja sama yang solid.
“Potensi besar Aceh harus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda agar bisa berkembang pesat dan tidak diambil alih oleh pihak luar,” tambahnya.
Kontribusi ekonomi kreatif dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran
Menteri Ekonomi Kreatif juga menjelaskan bahwa setiap subsektor dalam sektor kreatif berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menyoroti bahwa ekonomi kreatif di daerah memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi tingkat kemiskinan serta pengangguran.
“Tenaga kerja yang terlibat dalam subsektor ekraf mencapai 27,4 juta, di mana 50 persen di antaranya berasal dari generasi Z dan milenial,” kata Menteri Ekonomi Kreatif.