Visit Agenda: Kisah Tukang Ikan Keliling Naik Haji Bersama Istri dan Mertua

Kisah Pedagang Ikan Keliling yang Berangkat Haji

Asis Daeng Lipung (52), seorang pedagang ikan keliling dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya melaksanakan ibadah haji bersama istrinya dan mertuanya. Usaha ini memakan waktu 15 tahun, dengan hasil jerih payah yang secara konsisten dihemat. Setiap hari, ia menyisihkan uang sejumlah Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, dan terkadang Rp50 ribu jika rezeki mengalir lebih lancar.

Menghadapi tantangan finansial, Asis tetap fokus pada tujuan spiritual. Ia mengatakan, “Pendapatan saya mungkin tidak seberapa, tapi cukup untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anak.” Kebiasaan menabung ini juga diiringi oleh istri yang aktif menyisihkan dana dari kebutuhan sehari-hari. Sementara mertuanya mendapat dukungan dari anak-anaknya, sehingga tabungan tiga orang tersebut akhirnya terkumpul.

“Saya kaget. Seorang penjual ikan keliling seperti saya, tapi nama saya, istri, dan mertua bisa masuk dalam daftar jemaah haji,” ujar Asis di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (25/4).

Jalannya menuju Baitullah penuh dengan ujian. Di satu sisi, ia harus membiayai dua anaknya yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Di sisi lain, ia baru saja membantu menikahkan adik perempuan. “Saat itu, saya berada dalam pertarungan antara harga diri dan kemampuan. Alhamdulillah, meski berat, Allah pasti memudahkan jika sudah berkehendak,” tambahnya.

Profesi sebagai pedagang ikan keliling sering dianggap remeh, tetapi Asis justru membuktikan bahwa tekad dan keikhlasan lebih penting daripada besar kecilnya pekerjaan. Dengan perjuangan yang konsisten, hari yang diimpikan akhirnya tiba. Segala hambatan perlahan hilang, dan mereka siap berangkat. “Saya berada di tempat yang selama ini saya idam-idamkan,” katanya, mata berkaca-kaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *