Special Plan: Dari SPPG hingga keluarga, Mendukbangga pastikan MBG 3B tepat sasaran

Dari SPPG hingga keluarga, Mendukbangga pastikan MBG 3B tepat sasaran

Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi tempat kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji untuk meninjau langsung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B. Ia menegaskan bahwa layanan ini harus selalu terjaga keakuratannya, mulai dari proses distribusi hingga penerima manfaat akhir.

Dalam peninjauan lapangan, Mendukbangga mengingatkan bahwa MBG 3B merupakan intervensi kritis yang berdampak langsung pada pertumbuhan anak. Karena fase ini menentukan masa depan generasi, ia menekankan perlunya pengawasan ketat serta koreksi cepat di lapangan untuk memastikan tidak ada penyimpangan.

“Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan generasi masa depan. Karena itu kita cek kepastiannya, mulai dari SPPG sampai penerima manfaatnya,” ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Pada kunjungan ke Pemalang, ia menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga dalam risiko stunting, seperti akses kurang terhadap hunian dan sanitasi. Ia menegaskan bahwa intervensi berkelanjutan melalui layanan gizi dan pendampingan keluarga diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sangat krusial dalam pelaksanaan MBG 3B. Mereka bertugas memastikan distribusi layanan berjalan lancar, serta memberikan pendampingan dan edukasi langsung di tingkat desa,” tuturnya.

Pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk mengawasi dan mengevaluasi program ini secara berkala. MBG 3B tidak hanya tentang distribusi makanan, tetapi juga tentang menjaga kualitas layanan negara yang berdampak jangka panjang pada kesejahteraan masyarakat.

Upaya ini menjadi bagian dari target nasional penurunan angka stunting, yakni 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029. Penguatan intervensi sejak masa kehamilan serta penyebaran SPPG dan MBG 3B secara nasional diharapkan menciptakan generasi yang sehat dan berproduktivitas tinggi.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyebutkan, hingga 31 Maret 2026, daerah tersebut memiliki 137 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 84 di antaranya melayani MBG 3B. Program ini menjangkau 3.762 ibu hamil, 10.920 ibu menyusui, dan 26.974 balita non-PAUD sebagai kelompok prioritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *