Key Discussion: Ekonom: Sinergi antar lembaga penting untuk stabilisasi kurs rupiah
Ekonom: Sinergi antar lembaga penting untuk stabilisasi kurs rupiah
Di Bandung, Ryan Kiryanto, seorang ekonom dan Associate Faculty LPPI, menyatakan bahwa pemulihan nilai tukar rupiah memerlukan kerja sama antar instansi, bukan hanya Bank Indonesia (BI). Ia menyoroti pelemahan mata uang dalam beberapa hari terakhir yang menembus Rp17.300 per dolar AS, akibat tekanan geopolitik global yang memperbesar ketidakpastian pasar keuangan.
“Stabilisasi rupiah tidak bisa dilakukan BI secara mandiri. Mereka sudah menjalankan tugasnya, tetapi lembaga lain harus memperkuat kontribusi mereka,” ungkap Ryan dalam diskusi bersama media di Kota Bandung, Jawa Barat, pada hari Sabtu.
Menurut Ryan, beberapa langkah kecil telah berjalan, tetapi diperlukan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan efektivitasnya. Contohnya, BI telah menyesuaikan ambang batas pembelian dolar AS oleh perbankan, yang menjadi salah satu strategi untuk mengendalikan aliran valuta asing.
Di sisi lain, Ryan menegaskan bahwa risiko pelemahan kurs akan berdampak pada sektor perdagangan, keuangan, dan investasi. Hal ini membuat ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga di masa depan semakin sempit, menurutnya.