Key Strategy: ASKI bidik dobel wakil ke kejuaraan dunia lewat Kejurnas ASKI-JKA 2026

ASKI bidik dobel wakil ke kejuaraan dunia lewat Kejurnas ASKI-JKA 2026

Jakarta – Kejuaraan Nasional Karate ASKI-JKA ke-IX berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertepatan dengan perayaan hari jadi ASKI yang ke-54. Event ini dianggap sebagai pondasi penting untuk membangun sistem pembinaan yang mengarah ke level internasional.

“Target kami tahun ini lebih tinggi. Sebelumnya hanya empat atlet yang dikirim ke ajang dunia, kali ini kami ingin lebih dari delapan peserta bisa menembus level tersebut,” terang Saipullah Nasution, Ketua Umum PP ASKI, dalam sambutan pembukaan.

ASKI, sebagai perguruan karate yang tergabung dengan Japan Karate Association (JKA), fokus pada pengembangan aliran Shotokan. Keterlibatan langsung dengan JKA membuka peluang lebih besar bagi atlet Indonesia untuk tampil di panggung global.

Kompetisi tahun ini diikuti oleh 23 provinsi se-Indonesia. Saipullah menekankan bahwa partisipasi yang luas membuktikan pembinaan karate berbasis perguruan semakin berkembang. Berbagai kategori usia, mulai dari anak-anak hingga senior, serta nomor kata dan kumite, menjadi bagian dari lomba ini.

Sistem seleksi dalam Kejurnas diatur dengan ketat, melibatkan dewan juri untuk menilai performa atlet secara menyeluruh. Hasil dari kejuaraan ini akan menjadi dasar pemanggilan untuk tahap pembinaan lanjutan. “Atlet yang lolos, baik dari level junior maupun senior, akan dipersiapkan untuk tampil di kompetisi internasional,” tambah Saipullah.

Sebagai ajang kompetitif, Kejurnas juga menjadi sarana peningkatan kapasitas wasit dan juri. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan standar pertandingan secara berkelanjutan.

Pembinaan nasional terus ditingkatkan

Salmon Alfred Situmeang, Wakil Sekretaris Jenderal PB FORKI, menyatakan bahwa Kejurnas ASKI memiliki peran strategis dalam pengembangan karate nasional. “Kami optimis ada dua hingga tiga atlet dari ASKI yang bisa dipilih untuk memperkuat tim Indonesia di Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Bali, 19-21 Juni 2026,” ungkapnya.

Menurut Salmon, proses pencarian bakat sudah dimulai sejak awal dengan melibatkan dewan guru dari setiap perguruan. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria teknis dan hasil pertandingan. “Atlet terbaik dari berbagai kejuaraan akan dikumpulkan dan diseleksi ulang hingga terbentuk tim yang siap mewakili Indonesia,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *