Key Strategy: Amran Genjot Produksi Sawit, Prioritaskan Penanaman di Lahan Gundul
Amran Genjot Produksi Sawit, Fokus pada Lahan yang Tidak Berhutan
Di kantor di Jakarta Selatan, Rabu (15/4), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya meningkatkan produksi kelapa sawit nasional. Ia meminta ekspansi perkebunan dilakukan di lahan gundul, bukan di kawasan hutan atau tanah pertanian yang produktif. “Kita prioritaskan tanam kelapa sawit di tanah yang gundul. Wilayah yang tidak berhutan. Kita fokus ke sana. Prioritas kita berada pada lahan marginal dan daerah yang gundul,” ujarnya.
Produksi Naik Meski Kebutuhan CPO Meningkat
Amran menyatakan ketersediaan bahan baku sawit dalam negeri tetap memadai, bahkan dengan peningkatan kebutuhan. Dalam wawancara, ia mengatakan produksi justru meningkat karena harga CPO global yang naik mendorong perawatan tanaman lebih intensif. “Produksi kita justru naik 6 juta ton tanpa ekspansi besar-besaran. Kita tarik 5,3 juta ton untuk program biofuel, tapi produksi tetap bertambah,” tambahnya.
“Ekspor kita mencapai 32 juta ton. Ketersediaan bahan baku mencukupi, bahkan lebih dari cukup,” ujar Amran.
Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian
Untuk menjaga agar pengembangan sawit tidak mengganggu sektor pangan atau lingkungan, Amran menyebut pemerintah telah menyusun regulasi perlindungan lahan. Regulasi ini bertujuan mencegah alih fungsi lahan pertanian produktif. “Ada regulasi. Perlindungan (lahan sawah produktif) sudah kita siapkan,” ujarnya.
Kebijakan ini bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong hilirisasi energi berbasis sumber daya lokal. Saat ini, program biofuel dipercepat sebagai alternatif bahan bakar fosil. Peningkatan penggunaan biodiesel juga dilakukan, dari B40 menuju B50, guna mengurangi ketergantungan pada impor energi. Selain itu, pengembangan bioetanol melalui E20 yang menggunakan jagung, tebu, dan ubi juga dipersiapkan.