Latest Program: Trump Pesimistis Gencatan AS-Iran Diperpanjang, Sinyal Perang Lanjut?

Trump Pesimistis Gencatan AS-Iran Diperpanjang, Sinyal Perang Lanjut?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu antara AS dan Iran tidak akan diperpanjang. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata akan berakhir secara resmi pada “Rabu (22/4) malam waktu Washington”, tetapi “sangat kecil kemungkinan” dirinya akan memperpanjangnya jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

“Sangat kecil kemungkinan saya akan memperpanjangnya,” ujar Trump kepada Bloomberg dalam wawancara telepon yang dilansir CNN. “Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan buruk. Kita punya banyak waktu,” tambahnya.

Trump juga menegaskan bahwa perang akan kembali pecah jika AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan setelah masa gencatan senjata berakhir. “Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu memperkirakan itu (perang) akan terjadi,” ujarnya saat ditanya mengenai kemungkinan konflik kembali meletus.

Perubahan Sikap Trump dan Kritik Iran

Sebelumnya, Trump beberapa kali berubah pendirian terkait masa gencatan senjata. Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan pekan lalu, ia ditanya lima kali mengenai hal ini dan memberikan tiga jawaban berbeda.

“Trump, dengan menerapkan blokade dan melanggar gencatan senjata, berusaha mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri menjadi meja penyerahan diri atau sebagai pembenaran untuk kembali menyalakan perang,” tulis Mohammad Ghalibaf, negosiator Iran dan ketua parlemen, dalam unggahannya di X, Senin (20/4).

Ghalibaf menambahkan bahwa Iran tidak akan menerima perundingan di bawah ancaman, dan dalam dua pekan terakhir telah mempersiapkan strategi baru di medan perang.

Delegasi AS Terbang ke Islamabad

Sementara itu, sumber CNN mengungkapkan bahwa delegasi AS telah terbang ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi. Al Jazeera melaporkan bahwa Gedung Putih mengonfirmasi Wakil Presiden JD Vance akan tiba di Islamabad pada Selasa (21/4) sebagai pemimpin delegasi.

Vance akan didampingi oleh Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner. Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan “untuk saat ini” belum berencana kembali berunding dengan AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *