New Policy: Trump Ultimatum Iran Manut Negosiasi: Tidak Ada Lagi Tuan Baik Hati!

Trump Ultimatum Iran Manut Negosiasi: Tidak Ada Lagi Tuan Baik Hati!

Amerika Serikat, 19 April 2026 – Presiden Donald Trump kembali mengkritik Iran dalam pernyataan terbarunya, menyebutkan bahwa negara itu belum memenuhi komitmen dalam perundingan saat masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada 22 April. Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyoroti tindakan Iran yang melepaskan tembakan ke kapal-kapal di Selat Hormuz, meski AS juga sedang memblokade pelabuhan Teheran.

“Iran memutuskan melepaskan tembakan kemarin di Selat Hormuz, sebuah pelanggaran penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata kami! Banyak tembakan mengarah ke kapal Prancis dan kargo dari Britania Raya. Itu bukan tindakan yang bijaks!” kata Trump.

Menurut Trump, Iran justru membantu AS tanpa sadar, karena blokade Amerika justru membuat jalur itu tertutup. Dampaknya, negara itu kehilangan sekitar 500 juta dolar AS per hari. Ia menegaskan bahwa perwakilannya sudah berangkat ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan, meski Iran tidak berencana hadir. “Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun. Bahkan, banyak kapal kini menuju AS, terutama ke Texas, Louisiana, dan Alaska, berkat IRGC yang selalu ingin menunjukkan prestasi,” tambahnya.

Threat to Iran’s Infrastructure

Trump juga mengingatkan Iran untuk kooperatif dalam negosiasi. Jika negara itu tidak menyetujui kesepakatan, dia ancam akan menyerang infrastruktur Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan. “Kami menawarkan kesepakatan yang adil dan masuk akal. Jika tidak diterima, maka Amerika akan menghancurkan setiap fasilitas penting di Iran. TIDAK ADA LAGI TUAN BAIK HATI!” tegasnya.

“Mereka akan menyerah dengan cepat, tunduk dengan mudah. Jika mereka tidak menerima kesepakatan itu, maka menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, sesuatu yang seharusnya sudah dilakukan para presiden sebelumnya selama 47 tahun terakhir,” tambah Trump.

Iran’s Response and Negotiation Hurdles

Iran mengatakan tidak akan menghadiri perundingan lanjutan pada Senin (20/4), dua hari sebelum masa gencatan senjata berakhir. Blokade AS terhadap pelabuhan Iran dianggap sebagai hambatan utama. Lembaga Iran, IRIB, melalui sumber tepercaya, menyatakan “tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran berikutnya perundingan.” Kantor berita Fars dan Tasnim juga meragukan kelanjutan negosiasi, menyebutkan bahwa pencabutan blokade AS adalah syarat utama. “Dalam kondisi seperti ini, belum ada prospek jelas bagi kesepakatan yang berhasil,” tulis IRNA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *