Pernyataan Keras Rusia: AS Hanya Peduli Kesejahteraan Mereka Sendiri

Pernyataan Tajam Rusia terhadap Amerika Serikat

Dalam sebuah pernyataan yang memukau, Rusia menyoroti tindakan AS di Venezuela dan Iran, menegaskan bahwa kebijakan militer tersebut tidak hanya terkait kebutuhan minyak. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyampaikan kritik tajam terhadap AS yang terus-menerus menegaskan bahwa mereka bebas menentukan kebijakan tanpa tekanan dari pihak lain.

Lavrov: AS Mengutamakan Kesejahteraan Mereka Sendiri

Lavrov menyatakan, “AS secara resmi menyatakan bahwa tidak ada yang dapat mendikte mereka. Mereka hanya peduli pada kesejahteraan mereka sendiri,” katanya dalam wawancara dengan Televisi Publik Rusia, seperti yang dilaporkan Aljazeera. Menurut dia, tindakan AS untuk mempertahankan keuntungan mereka melibatkan segala cara, termasuk menculik atau membunuh pemimpin negara lain, terutama yang memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan AS.

“Venezuela, Iran, orang Amerika tidak menyembunyikan bahwa itu adalah minyak. Mereka memiliki doktrin dominasi di pasar energi dunia,” tambah Lavrov.

Menurut Lavrov, kebijakan AS kini dibentuk oleh prinsip “kekuatan adalah kebenaran,” sehingga hukum internasional semakin terabaikan. Ia menyoroti bahwa Venezuela dan Iran masing-masing memiliki cadangan minyak terbesar pertama dan kedua di dunia. Arab Saudi, yang berada di posisi kedua, merupakan sekutu AS dalam konteks ini.

Trump dan Ambisi Energi

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyinggung keinginannya untuk menguasai minyak Iran dan mengambil kontrol atas Pulau Kharg, pusat ekspor minyak negara tersebut. Dalam wawancara dengan Financial Times, 30 Maret 2026, Trump menyampaikan, “Sejujurnya, hal yang paling saya sukai adalah mengambil minyak Iran, tetapi ada beberapa orang bodoh di AS yang berkata, ‘mengapa Anda melakukan itu?’ Tapi mereka orang bodoh.”

“Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujarnya dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, seperti dilaporkan CNBC.

Langkah AS terhadap Venezuela dan Iran, menurut Trump, saling terkait. Ia menyamakan usaha merebut minyak Teheran dengan ambisi AS untuk menguasai industri minyak Venezuela setelah menculik Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu. Dengan tindakan ini, AS dianggap berupaya mengamankan akses ke sumber daya alam secara langsung, tanpa memperhatikan kepentingan negara-negara yang dikuasai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *