Main Agenda: Indonesia Peringkat 5 Dunia Diabetes, Banyak Tak Sadar Sudah Sakit

Indonesia Berada di Peringkat Kelima Global dalam Angka Diabetes

Menurut laporan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia yang mengidap diabetes di usia 20-79 tahun mencapai sekitar 20,4 juta orang. Hal ini menempatkan Indonesia dalam posisi kelima dunia, setelah China, India, Amerika Serikat, dan Pakistan. Meski berada di urutan tersebut, data menunjukkan bahwa masalah diabetes bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga kesadaran dan pengelolaan penyakit.

Kasus Tak Terdiagnosis Masih Dominan

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes. “Masalahnya, kasus yang belum didiagnosis masih banyak. Padahal, diabetes melitus juga menyebabkan disabilitas, jadi kita tidak boleh menganggapnya remeh,” jelas Nadia dalam diskusi Kolaborasi Strategis Bersama Kemenkes dan PERKENI di Jakarta, Jumat (17/4).

Permasalahannya, yang belum didiagnosis masih banyak. Padahal, diabetes melitus (DM) juga menjadi penyebab disabilitas. Jadi, kita jangan berpikir bahwa sakit DM itu tenang-tenang saja,” ujarnya.

Gaya Hidup Menjadi Faktor Utama

Nadia menegaskan bahwa diabetes termasuk penyakit tidak menular yang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. “Kalau penyakit tidak menular itu jarang umumnya kita langsung dapat pada usia muda, tapi karena perilaku yang tidak benar itu yang kemudian bergeser,” katanya. Faktor risiko utama termasuk konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan merokok.

Perilaku Konsumsi Gula yang Tinggi

Minuman manis, terutama yang dikemas atau siap saji, menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian. “Fakta nyata, kan minuman manis yang berkemasan maupun yang siap saji itu terus-menerus meningkat. Siapa yang tidak kenal dengan berbagai jenis kopi, berbagai jenis boba, berbagai jenis teh,” tambah Nadia. Konsumsi gula dalam satu waktu yang berlebihan memperparah risiko komplikasi.

Komplikasi dan Biaya Penanganan

Diabetes tidak hanya menimbulkan tantangan dalam jumlah kasus, tetapi juga memiliki dampak serius jangka panjang. Penyakit ini disebut sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, bersama stroke, penyakit jantung, dan sirosis. Selain itu, diabetes berkaitan erat dengan meningkatnya kasus gagal ginjal. Data menunjukkan bahwa biaya pengobatan penyakit terkait diabetes, seperti gagal ginjal, naik hingga 478 persen dalam tujuh tahun terakhir.

Kesadaran dan Perubahan Pola Hidup

Nadia menekankan pentingnya perubahan perilaku untuk mencegah diabetes. Langkah sederhana seperti mengurangi konsumsi gula, meningkatkan aktivitas fisik, dan memeriksa kesehatan secara rutin bisa memberikan dampak signifikan. Dari total kasus diabetes tahun 2024, hanya sekitar 35,4 persen yang terdiagnosis oleh tenaga medis, dan dari mereka yang sudah terdiagnosis, hanya 68,1 persen yang mendapatkan pengobatan. Hanya 20,2 persen penderita yang benar-benar mengendalikan penyakitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *