Historic Moment: Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Usut Dugaan Kelalaian Perawat
Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Usut Dugaan Kelalaian Perawat
Kasus Bayi Tertukar Masih dalam Penyelidikan
Polrestabes Kota Bandung sedang mengejar kasus yang diduga disebabkan oleh kesalahan perawat hingga nyaris menyerahkan bayi kepada orang tua yang bukan kandungnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. AKBP Anton, Kasatreskrim Polrestabes Bandung, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan informasi dari rumah sakit untuk memahami apakah ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) atau tindakan pidana yang terlibat dalam insiden ini.
“Kami saat ini masih dalam tahap penyelidikan, sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan nanti pun dari hasil penyelidikan ini akan kami sampaikan,” kata Anton di Bandung, Selasa (14/4).
Anton menjelaskan bahwa petugas polisi juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan berdiskusi dengan pihak rumah sakit untuk mengumpulkan informasi awal. Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan pihaknya belum bisa memastikan apakah kejadian ini disebabkan oleh kesalahan administratif atau ada niat yang sengaja.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan dan akan memeriksa SOP yang diterapkan di rumah sakit,” ujarnya.
Kisah Ibu Nina Saleha: Bayi Hampir Terlewat
Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha menceritakan pengalaman terkait kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok pada Rabu (8/4). Nina baru saja melahirkan dan mengaku hampir kehilangan bayinya di ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
“Saya teh ada rasa enggak enak perasaan. Saya balik lagi aja ke atas untuk lihat bayi,” kata Nina saat dihubungi, Kamis (9/4).
Setelah menunggu proses administrasi, Nina dan suaminya pergi makan. Saat itu, ia tidak merasa khawatir karena percaya bayinya berada di ruang perawatan yang dijaga perawat. Namun, ketika kembali ke ruang tunggu, ia terkejut melihat bayinya digendong orang lain.
“Kenapa gendong bayi saya. Terus ibu itu kayak kebingungan. Saya tahu itu bayi saya dari selimut dan pakaian yang saya siapkan,” katanya.
Nina mengeluhkan bahwa para perawat tidak memberikan jawaban yang memuaskan saat ditanya mengenai kejadian tersebut. “Katanya saya dipanggil, tapi enggak datang-datang. Tapi saya tanya lagi, kok bisa digendong orang lain? Yah gitu saja jawabannya,” ujarnya.
RSHS Bandung Berikan Sanksi kepada Perawat yang Lalai
Sementara itu, RSHS Bandung telah memberikan sanksi berupa surat peringatan 1 kepada perawat yang disebut lalai dalam menyerahkan bayi kepada orang tua kandungnya. Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., Finac., M.Kes, menyebut perawat tersebut saat ini tidak lagi bekerja di bagian pelayanan kesehatan.
“Perawatnya dinonaktifkan, dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1,” ujarnya saat dihubungi via pesan singkat, Jumat (10/4).
Rachim menambahkan bahwa RSHS siap menerima evaluasi dari Kementrian Kesehatan. Ia juga menyatakan bahwa manajemen rumah sakit telah melaporkan insiden tersebut ke Kemenkes. “Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes kejadian ini,” kata dia.
Direktur Utama RSHS mengungkapkan pihaknya akan mengevaluasi seluruh perawat dan memastikan pembinaan terkait SOP penyerahan bayi ke orang tua pasien. “RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang tuanya, yang selama sudah berjalan dengan baik,” katanya.