IPB soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa: Kasus 2024 – Ada Mediasi

IPB soal Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa: Kasus 2024, Ada Mediasi

Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) tengah menyelidiki dugaan kejadian pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT). Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, menyampaikan bahwa semua tindakan yang merendahkan martabat, termasuk pelecehan berbasis gender, baik secara daring maupun tatap muka, tidak akan dibiarkan. Kasus ini terjadi pada 2024 dalam sebuah grup mahasiswa, di mana komentar tidak sopan terhadap seorang mahasiswi menjadi isu yang diangkat. “Korban mengetahui grup tersebut dan sudah berusaha menyelesaikan masalah melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya,” jelas Alfian, mengutip detikcom, Kamis (16/4).

“IPB University berkomitmen memastikan penanganan kasus berjalan lebih komprehensif, adil, dan berorientasi pemulihan korban,” tambah Alfian.

Sejak laporan pertama diterima, IPB telah mengambil langkah investigasi. Langkah-langkah ini mencakup penelusuran fakta, pemanggilan saksi, pengumpulan bukti relevan, serta pengaktifan mekanisme penegakan kode etik di tingkat fakultas dan institusi. Dalam upaya menyelesaikan kasus, kampus mengajak seluruh pihak untuk bersikap objektif dan menjaga proses hukum agar berjalan lancar. “Kampus adalah ruang belajar yang harus bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” tegas Alfian.

Komitmen yang Diucapkan

Sebagai bentuk tanggung jawab, IPB menyatakan komitmen berikut: 1. Menempatkan keselamatan dan pemulihan korban sebagai prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis dan akademik. 2. Menindak tegas pelanggaran kode etik mahasiswa sesuai aturan yang berlaku. 3. Memastikan proses penanganan yang objektif, transparan, dan akuntabel. 4. Mencegah intimidasi, tekanan, atau stigma terhadap korban dan pelapor. 5. Memperkuat pendidikan dan budaya kampus yang menghormati kesetaraan dan martabat setiap individu.

Perkembangan di Media Sosial

Isu dugaan pelecehan seksual tersebut viral di media sosial X setelah sejumlah mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB mengunggah percakapan dalam grup chat. Pesan-pesan yang memuat kata-kata merendahkan bagian tubuh perempuan menjadi sorotan publik. Alfian Helmi menegaskan bahwa pihak kampus mengecam tindakan yang merendahkan harkat dan martabat manusia. “IPB University mengajak seluruh warga kampus untuk menjaga lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan saling menghargai,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perbincangan masyarakat, dengan IPB berupaya menyelesaikan melalui mekanisme mediasi dan penegakan hukum. Baca berita lengkapnya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *