New Policy: BPS Rilis Konversi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha, Ada AI dan Karbon

BPS Rilis Tabel Konversi KBLI 2025, Cakup AI dan Aktivitas Karbon

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) telah memperkenalkan tabel konversi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagai penyesuaian dari versi sebelumnya, KBLI 2020. Dokumen ini dibuat untuk memastikan harmonisasi antara kedua versi klasifikasi tersebut, sehingga memudahkan proses adaptasi oleh pihak yang terlibat sebelum pelaksanaan resmi KBLI 2025.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa tabel konversi ini merupakan respons terhadap Surat Edaran Bersama (SEB) yang menetapkan penyelenggaraan perizinan berbasis risiko menggunakan KBLI 2025. SEB tersebut ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Menteri Hukum, serta Kepala BPS RI. “Tabel ini bertujuan menjaga konsistensi antar struktur klasifikasi, baik dari KBLI 2020 ke KBLI 2025 maupun sebaliknya,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/4).

“Berbagai aktivitas ekonomi baru, seperti artificial intelligence, content creator, serta kegiatan terkait perubahan iklim seperti carbon capture dan carbon storage, telah termasuk dalam KBLI 2025,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada kesempatan yang sama.

KBLI 2025 disusun berdasarkan International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Revision 5, yang direkomendasikan oleh Komisi Statistik PBB (UNSC) pada 11 Maret 2024. Sebelumnya, pada 19 Desember 2025, BPS telah merilis versi terbaru KBLI sebagai pengganti KBLI 2020, sementara Peraturan Badan Pusat Statistik No 7 Tahun 2025 ditetapkan pada 18 Desember 2025.

Pola Perubahan Utama dalam Tabel Konversi

Pembaruan KBLI ini mencakup tiga pola perubahan utama. Pertama, pemetaan satu-ke-satu (one to one) di mana kode KBLI 2020 secara langsung dikorelasikan ke kode KBLI 2025. Kedua, pemecahan satu kode menjadi beberapa kode lebih spesifik (one to many). Ketiga, penggabungan beberapa kode menjadi satu kode baru (many to one).

Implementasi KBLI 2025 secara nasional ditargetkan selesai paling lambat 18 Juni 2026. Selama periode transisi, kedua versi KBLI akan digunakan bersamaan hingga seluruh penyesuaian selesai dilakukan. Tabel konversi berperan sebagai alat bantu untuk menelusuri korespondensi kode, mulai dari kategori hingga kelompok usaha paling detail (lima digit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *