New Policy: Walikota Mamdani Incar Pajak Orang Kaya New York dari Sektor Ini
Walikota Mamdani Targetkan Pajak Khusus untuk Properti Kedua Milik Keluarga Kaya
Walikota New York Zohran Mamdani dan Gubernur Kathy Hochul meluncurkan kebijakan baru berupa pajak yang ditujukan pada kelompok berpenghasilan tinggi untuk kepemilikan properti kedua bernilai di atas US$5 juta. Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan keadilan dalam sistem pajak kota tersebut. Pendapatan dari pajak ini rencananya dialokasikan untuk program sosial seperti perumahan murah dan layanan publik lainnya.
Pajak “Pied-à-Terre” dijelaskan sebagai Biaya Tahunan untuk Properti yang Tidak Digunakan sebagai Tempat Tinggal
Dalam pernyataannya, Mamdani mengungkapkan rasa senangnya mengumumkan kebijakan pajak properti kedua, yang disebut sebagai inisiatif pertama sepanjang sejarah New York. Ia menunjukkan penthouse yang dibeli CEO Ken Griffin seharga US$238 juta dalam video. “Pajak ini ditujukan pada orang-orang yang mengumpulkan kekayaan di properti mewah,” kata Mamdani, Kamis (15/4).
“Selamat Hari Pajak, New York. Kami memajaki orang kaya,” tulis Mamdani dalam unggahan di platform X.
Gubernur Hochul juga menjelaskan bahwa pajak ini disebut sebagai “pied-à-terre”, yaitu biaya tahunan untuk properti bernilai lebih dari US$5 juta yang tidak digunakan sebagai tempat tinggal utama. “Jika Anda mampu membeli rumah kedua senilai US$5 juta dan menyimpannya kosong, maka Anda wajib berkontribusi seperti warga lainnya,” kata Hochul, Jumat (17/4).
Kebijakan Dianggap Bisa Membawa Dana US$500 Juta per Tahun
Mamdani memperkirakan kebijakan ini akan menghasilkan minimal US$500 juta setahun bagi New York. Dengan defisit anggaran yang mencapai miliaran dolar, dana tersebut akan digunakan untuk mendanai pengasuhan anak gratis, pembangunan jalan raya, dan peningkatan keamanan lingkungan. “Setiap orang harus berperan dalam kemakmuran kota, dan sebagian besar dari mereka memberi kontribusi lebih besar,” tambah Mamdani.
Reaksi Negatif dari Kelompok Kaya dan Tokoh Politik
Banyak warga kaya di New York mengeluh atas kebijakan pajak ini. Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social, “Walikota Mandani sedang menghancurkan New York! Kebijakan pajak ini sangat tidak tepat.” Selain itu, pengelola dana lindung nilai Daniel Loeb menuduh Mamdani memicu “peperangan kelas” dalam unggahannya di X. “Dia melakukan doxxing terhadap investor Ken Griffin,” kata Loeb, yang sebelumnya memberikan dana besar untuk menghalangi Mamdani memenangkan pemilu walikota 2025.
“Anda tidak bisa memajaki sebuah kota menuju kemakmuran dan Anda tidak menarik modal dengan menjelek-jelekkan para filantropis,” ujar Loeb.
Bill Ackman, pengelola dana miliarder, mendukung Griffin dan menulis, “Kita seharusnya memuji Ken karena membelanjakan US$238 juta di New York, bukan menyerangnya karena melakukan hal itu.” Sementara itu, juru bicara Griffin belum memberikan respons terhadap permintaan komentar.
Griffin sendiri memiliki portofolio properti di AS dan Inggris, termasuk di Florida yang menjadi lokasi baru kantor pusat dana lindung nilainya, Citadel. Sejak 2022, Citadel berpindah dari Chicago ke Florida. Dalam upaya mendukung pembangunan di New York, perusahaan ini juga membantu pembangunan gedung pencakar langit baru yang bisa menampung 1.800 karyawan.