Announced: JCO-BMS Raih Standing Ovation di Festival Musik Internasional Ankara
JCO-BMS Raih Standing Ovation di Festival Musik Internasional Ankara
Unit musik Jakarta Concert Orchestra (JCO) serta Batavia Madrigal Singers (BMS) menjadi pembuka rangkaian perjalanan konser mereka di Eropa saat menghadiri Festival Musik Internasional Ankara yang memasuki tahun ke-40. Kedua grup tersebut tampil di CSO, Ada Ankara, Turki pada Sabtu (11/4), menyajikan musik Nusantara kepada lebih dari 1.000 penonton. Pertunjukan mereka dianggap luar biasa, dengan aksi meriah dari audiens yang memenuhi ruangan.
Penampilan ini diarahkan oleh Avip Priatna, yang juga menjadi bagian dari tur konser JCO dan BMS ke Eropa. Sebelumnya, mereka mencatatkan kesuksesan di konser Symphony of Friendship di Jakarta minggu lalu. Dalam 90 menit, unit musik mempersembahkan karya dari para komposer ternama Indonesia, termasuk variasi Sepasang Mata Bola oleh Ismail Marzuki, serta lagu daerah seperti Rampak Melayu, Tak Tong-Tong, Ayo Mama, dan Sik-Sik Batu Manikam. Malam itu ditutup dengan lagu Lisoi yang mendapat respons luar biasa dari penonton.
Apresiasi Tinggi dari Penonton
“Kami senang sekali Avip bersama JCO dan BMS dapat memenuhi undangan kami,” kata Pinar Alpay Yuksel, Ketua Panitia Penyelenggara Ankara International Music Festival. “Bagi saya, kegiatan festival ini merupakan bentuk music diplomacy yang terus terselenggara karena adanya pertemanan dan hubungan yang baik.”
Peran Diplomasi Musik
“Saya turut bangga dan bahkan menitikkan air mata melihat penampilan JCO dan BMS malam ini, terutama ketika mereka membawakan lagu Indonesia Pusaka,” ungkap Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama. Ia menilai pertunjukan tersebut menjadi bentuk penghargaan global terhadap budaya Indonesia.
Avip Priatna menyebut tampil di festival yang tergabung dalam European Festival Association (EFA) sebagai misi besar untuk memperkenalkan repertoar asli Indonesia ke musisi internasional. “Kami senang sekali dapat memenuhi undangan ini karena berharap lagu-lagu dari musisi Indonesia bisa dimainkan di ajang internasional. Saya juga berharap nantinya berbagai orkestra global akan memperkenalkan karya komposer Indonesia,” katanya.
Berikutnya, BMS akan menggelar konser tunggal terpisah pada 12 April di lokasi yang sama. Festival ini tahun ini diikuti oleh lebih dari 800 talenta dari 17 negara. Setelah selesai di Turki, rombongan JCO dan BMS akan melanjutkan tur mereka ke venue ternama Eropa, seperti Concertgebouw di Amsterdam (15 April), Stadtcasino di Basel (17 April), dan Auditorium Conciliazione di Roma (21 April).