Key Discussion: Satgas PRR Rehabilitasi Ribuan Hektare Sawah, Mentan Berikan Bibit
Satgas PRR Rehabilitasi Ribuan Hektare Sawah, Mentan Berikan Bibit
Setelah bencana hidrometeorologi menghancurkan sawah di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus mempercepat upaya pemulihan lahan pertanian. Langkah ini melibatkan revitalisasi area sawah serta perlindungan agar tidak berubah fungsi, demi menjaga pasokan beras dan ketersediaan pangan lokal. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan data dan memantau luas lahan yang rusak, sambil memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Proteksi lahan pertanian di daerah itu menjadi fokus pemerintah. Kita sudah rapat, kita sudah tegaskan tidak boleh alih fungsi lahan, titik. Dan ini sudah ada undang-undangnya, jadi tidak boleh lagi ada pelanggaran,” ujar Amran saat berkunjung ke gudang Bulog di Karawang, Kamis (23/4).
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan berupa bibit dan benih unggul kepada petani, sebagai bagian dari upaya mempercepat kehidupan sektor pertanian. Kebijakan ini bertujuan memastikan para petani dapat segera kembali menanam setelah bencana.
Berdasarkan laporan Satgas PRR per 24 April 2026, total 42.702 hektare sawah di tiga provinsi menjadi target rehabilitasi. Sampai saat ini, 2.045 hektare telah diselesaikan, sementara 12.126 hektare masih dalam proses penanganan. Rinciannya, Aceh menyumbang 31.464 hektare sasaran, dari mana 116 hektare sudah rampung. Sumut memiliki 7.336 hektare, dengan 224 hektare berhasil direhabilitasi. Di Sumbar, dari 3.902 hektare, 1.705 hektare telah selesai diperbaiki.
Dengan pendekatan paralel, pemerintah tidak hanya fokus pada revitalisasi lahan, tetapi juga memperkuat kebijakan perlindungan terhadap kegunaan pertanian. Langkah ini diharapkan mencegah penurunan produktivitas pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi petani setelah bencana.