Fadly Alberto soal Tendangan Kungfu: Perbuatan Bodoh
Fadly Alberto soal Tendangan Kungfu: Perbuatan Bodoh
Aksi kekerasan yang dilakukan Fadly Alberto Hengga selama pertandingan Bhayangkara U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 memicu reaksi publik. Pemain Bhayangkara FC U-20 tersebut mengakui bahwa tindakannya menendang lawan dinilai tidak bijak. Ia menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf setelah video perbuatannya beredar luas di media sosial.
“Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20,” kata Fadly Alberto Hengga, dikutip dari Instagram pribadinya pada Senin (20/4).
Keluhan Fadly lebih lanjut disampaikan terhadap Rakha Nurkholis, pemain Dewa United yang menjadi korban tendangan kungfu. “Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis,” ujarnya.
Aksi brutal Fadly viral sejak Minggu (19/4). Peristiwa itu terjadi setelah laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United Banten FC U-20 berakhir di Stadion Citarum, Semarang. Pertandingan yang dimainkan dalam ajang EPA U-20 musim 2025/2026 berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United.
Ketegangan di lapangan meningkat setelah wasit memberi gol kedua Dewa United melalui Abu Thalib di menit ke-81. Pihak Bhayangkara mengkritik keputusan itu karena menganggap Rakha Nurkholis berada dalam posisi offside. Namun wasit tetap mempertahankan keputusannya, membuat suasana semakin memanas.
Situasi memuncak saat terjadi pelanggaran yang memicu keributan antarpemain dan ofisial. Di tengah kekacauan tersebut, Fadly mencekik punggung Rakha Nurkholis dengan tendangan kungfu. Aksi itu terekam kamera dan segera menyebar di dunia maya.
Belakangan, pihak Bhayangkara FC juga mengungkapkan komentar serta kata-kata bernada rasialisme yang membuat Fadly kecewa. Meski demikian, ia tetap menyesali perbuatan bodohnya selama pertandingan tersebut.