Key Discussion: Respons I.League soal Kasus Tunggakan Gaji Pemain PSBS Biak
Respons I.League terhadap Isu Tunggakan Gaji Pemain PSBS Biak
Sejumlah pemain klub PSBS Biak memicu perdebatan publik setelah mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji hingga dua hingga tiga bulan. Keluhan tersebut pertama kali mencuat pada Rabu (15/4), saat para pemain mengunggah surat terbuka melalui fitur stories Instagram pribadi mereka. Surat yang ditujukan kepada manajemen klub, I.League, dan PSSI menyebutkan bahwa kondisi finansial mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari para pemain.
Pemain Asing Berikan Pernyataan Terbuka
Keluhan tersebut disampaikan oleh pemain asing yang bermain di Super League, yakni Kadu, Ruyery Blanco, dan Mohcine Nader. Ketiganya membagikan surat serupa sebagai upaya memperkuat isu yang diperbincangkan. Isu ini menarik perhatian operator kompetisi, I.League, yang segera memberikan tanggapan.
Kita punya prosedur komunikasi yang jelas. Mereka juga mengakui bahwa APP. telah menyampaikan pernyataan, serta adanya surat terbuka. Proses ini dijalankan karena komunikasi tidak memiliki batasan,” ujar Asep Saputra, Direktur Operasional PT LIB.
Asep Saputra menegaskan bahwa I.League tidak mengabaikan masalah yang dihadapi pemain. Menurutnya, LIB sedang memproses kasus ini dengan mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan. “Kita tunggu saja karena ini baru diangkat beberapa hari terakhir. Yang pasti, dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak,” tambahnya.
APPI Konfirmasi Adanya Tunggakan Gaji
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga turut memberikan pernyataan terkait isu tersebut. Mereka membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji yang dialami pemain PSBS Biak. APP. berharap klub dapat menyelesaikan kewajiban tersebut secara cepat guna menjaga kesehatan kompetisi sepak bola di Indonesia.