What Happened During: Nicky Butt: Garnacho Memalukan Saat di MU
Nicky Butt: Garnacho Memalukan Saat Berada di MU
Mantan manajer akademi Manchester United, Nicky Butt, memberikan kritik tajam terhadap sikap Alejandro Garnacho saat berada di klub tersebut. Meski pemain Argentina itu sempat menembus tim utama di usia muda dan mencatatkan 18 gol dari 93 penampilan di Premier League sejak debutnya di usia 17 tahun pada 2022, perjalanan kariernya di Old Trafford tidak bertahan lama.
Garnacho kemudian bergabung dengan Chelsea pada musim panas lalu setelah ditegur mantan pelatih MU, Ruben Amorim, untuk mencari klub baru. Sejauh ini, pemain yang berusia 21 tahun itu telah mengoleksi delapan gol dan empat assist di Liga Inggris bersama The Blues.
“Ia menandatangani kontrak pada usia 16 tahun. Saat itu saya adalah manajer akademi, dan dia menandatangani dalam kesepakatan yang melibatkan rekrutmen Alvaro (Carreras). Garnacho selalu agak tertutup, memiliki keyakinan tinggi tentang dirinya sendiri,” ujar Butt seperti dikutip dari Sportbible.
“Saya rasa kepercayaan dirinya berubah menjadi terlalu berlebihan ketika ia mulai mendapat perhatian di tim utama. Terlebih setelah gol salto spektakulernya memenangkan penghargaan FIFA Puskas Award. Di sana, saya akan menyampaikan pendapat saya karena saya ada di sana. Dia terlalu cepat melampaui kemampuannya,” tambah Butt.
“Dia menjadi superstar terlalu cepat. Ini bukan soal mantan pemain yang menganggap dirinya dibayar mahal. Saya berharap pemain muda diberi bayaran jutaan, tetapi dia mendapatkan status itu terlalu dini. Gol tendangan salto yang dia cetak memang luar biasa,” lanjut Butt.
Butt tidak sepenuhnya menyalahkan Garnacho. Ia menilai seharusnya ada peran pemain senior dalam ruang ganti untuk mengendalikan sikap sang pemain muda. Namun, ia tetap merasa keputusan Manchester United melepas Garnacho adalah langkah tepat.
“Seseorang di klub atau tim itu seharusnya menegurnya, tetapi Manchester United melakukan hal terbaik dengan menjualnya. Jangan lupa, kemampuannya memang luar biasa. Namun, saya rasa dia tidak terlalu hebat, dan sikapnya sangat memalukan saat berada di Old Trafford,” jelas Butt.
“Yang lebih penting lagi, kapan dia pergi. Jika Anda tidak menghormati rekan satu tim dan klub sepak bola saat meninggalkan, maka itu sudah berakhir. Di usia 21 tahun atau berapa pun, Anda tidak bisa bersikap sombong dan berpikir diri lebih hebat dari MU,” tutup Butt.