New Policy: Waspada Modus Penipuan Silent Call, Rekening Bisa Terkuras

Waspadai Tipu-tipu Panggilan Hening, Nomor Rekening Bisa Disalahgunakan

Panggilan hening atau silent call belakangan menjadi isu yang sering terdengar. Selain dianggap sebagai panggilan sembarangan, fenomena ini diungkapkan sebagai teknik penipuan siber terbaru. Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, memperingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. Ia menekankan bahwa langkah utama adalah mengabaikan panggilan dan tidak melakukan panggilan balik. “Jangan mengangkat panggilan, tidak telepon balik, blokir dan abaikan karena jenis panggilan ini adalah tahapan awal dari skema penipuan melalui telepon,” ujarnya pada Kamis (16/4) dalam laman resmi IPB University.

Mekanisme Penipuan Silent Call

Panggilan hening sering kali tidak mengeluarkan suara atau berhenti setelah beberapa detik. Tujuan utama dari tindakan ini bervariasi, seperti memverifikasi keberadaan nomor, memancing penelepon untuk merespons, serta mengumpulkan informasi untuk serangan lanjutan. Menurut Heru, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele. Nomor mereka bisa menjadi target utama untuk penipuan lanjutan, seperti OTP, phishing, atau pembayaran berbiaya tinggi melalui nomor premium jika merespons panggilan.

Pencegahan dan Langkah Mendasar

Agar menghindari risiko, Heru menyarankan untuk tidak merespons panggilan dari nomor asing yang tidak dikenal, terutama yang berasal dari luar negeri. Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat. Ia juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back. “Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” tuturnya.

Heru mengajukan rekomendasi tambahan untuk melindungi diri. Contohnya, menginstal aplikasi pihak ketiga yang membantu mengidentifikasi nomor spam, memblokir secara otomatis, serta memberi label pada panggilan mencurigakan. Selain itu, ia menyebutkan pentingnya mengaktifkan fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers. “Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” katanya.

Edukasi dan Kolaborasi

Heru juga menekankan perlunya edukasi keluarga, khususnya orang tua dan anak-anak yang rentan terhadap tipu-tipu. Mereka dianjurkan tidak terburu-buru dan waspada terhadap ancaman melalui telepon. Selain itu, ia menyebutkan pentingnya peningkatan literasi digital, peran operator dalam memfilter panggilan mencurigakan, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan basis data spam nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *