Kemlu RI Tanggapi Tentara Prancis Tewas di Lebanon: Tak Dapat Diterima

Kemlu RI Nyatakan Tidak Setuju Serangan pada Tentara Prancis di Lebanon

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan terhadap pasukan Prancis yang bertugas di Lebanon dalam rangka misi UNIFIL. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun X @Kemlu_RI pada hari Sabtu, 18 April, pukul 11.01 WIB. Kemlu mengungkapkan duka cita dan dukungan kepada pemerintah serta rakyat Prancis atas kematian seorang tentara dan cedera yang dialami sejumlah personel lainnya.

“Serangan yang terjadi selama gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon tidak dapat diterima. Semua pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara, dan menjunjung hukum internasional, termasuk hukum humaniter,” tulis Kemlu dalam pernyataannya.

Kemlu juga menekankan perlunya menghormati proses negosiasi dan gencatan senjata yang sedang berlangsung. Kekerasan berisiko memicu eskalasi lebih lanjut serta mengancam keselamatan tentara penjaga perdamaian di lapangan. Pernyataan tersebut mempertegas keprihatinan Indonesia terhadap serangan terus-menerus terhadap UNIFIL.

Menurut informasi yang didapat, tentara Prancis tewas akibat tembakan senjata ringan langsung di Desa Ghandouriyeh, Lebanon Selatan. Serangan tersebut menyebabkan tiga personel UNIFIL lainnya terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius. Pemerintah Prancis menduga pelaku serangan adalah Hizbullah, milisi yang berpijak pada Iran.

“Presiden Macron mengecam keras peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa bukti-bukti awal mengarah pada kelompok bersenjata yang didukung Iran,” sampaikan Kemlu dalam pernyataan tambahan.

UNIFIL menyatakan tembakan berasal dari aktor non-negara, diduga Hizbullah. Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap “serangan yang disengaja.” Kematian tentara Prancis ini memperparah jumlah korban dari pasukan internasional dalam misi UNIFIL. Sebelumnya, tiga prajurit TNI juga tewas akibat serangan Israel ke pos jaga di Lebanon Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *