Meeting Results: Daftar 4 Syarat Kapal Diizinkan Iran Melintasi Selat Hormuz
Kapal Dipersyaratkan Banyak Ketentuan Sebelum Melintasi Selat Hormuz
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis empat persyaratan khusus untuk kapal yang akan melewati Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Syarat-syarat ini diterbitkan setelah pemerintah Iran memutuskan membuka jalur pelayaran internasional sepenuhnya, dengan syarat Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan untuk berhenti bersenjata. Pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Kamis (16/4) memicu pembicaraan yang memungkinkan gencatan senjata berlangsung selama 10 hari.
Aturan yang Diterapkan oleh Iran
Menurut laporan Tasnim, empat persyaratan baru yang ditetapkan oleh Angkatan Laut IRGC meliputi: 1. Kapal sipil hanya diperbolehkan melewati jalur yang ditentukan oleh Iran. 2. Kapal militer tetap dilarang melintasi Selat Hormuz. 3. Setiap gerakan di daerah tersebut memerlukan izin dari Angkatan Laut IRGC. 4. Perjalanan dilakukan sesuai dengan kesepakatan masa tenang di medan perang dan setelah gencatan senjata Lebanon diimplementasikan.
Penutupan Kembali Selat Hormuz
Selat Hormuz ditutup kembali hanya beberapa jam setelah dibuka pada Jumat (17/4). Pusat Komando Militer Iran menyatakan pembatasan ini setelah mengklaim Amerika Serikat terus melakukan blokade terhadap selat tersebut. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengancam akan menutup Selat Hormuz lagi jika AS tidak menghentikan penghalang terhadap semua pelabuhan Iran. “Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tulis Ghalibaf di X, seperti dilansir AFP pada Sabtu (18/4).
Penjelasan dari Sumber di SNSC
Sumber yang berhubungan dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) memberikan penjelasan lebih lanjut tentang dimensi kesepakatan Iran-AS di Selat Hormuz, selama gencatan senjata dua minggu. Dari awal gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada Sabtu (11/4), Iran seharusnya mengizinkan kapal melewati selat tersebut setiap hari. Namun, sumber ini menyebutkan bahwa Iran menunda perjanjian lalu lintas kapal setelah gencatan senjata Lebanon tidak berhasil diterapkan dan perjanjian tersebut tidak mencakup Hizbullah serta Israel.
“Jika blokade ini terus berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka,” tulis Ghalibaf di X, melansir AFP, Sabtu (18/4).
Persyaratan yang Menjadi Kunci
Sumber tersebut juga menekankan bahwa keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bergantung pada pelaksanaan beberapa prasyarat, termasuk gencatan senjata di Lebanon. Penerapan kesepakatan ini dianggap sebagai faktor utama dalam menentukan ketersediaan jalur pelayaran tersebut. Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa akses ke Selat Hormuz akan tergantung pada izin yang diberikan oleh pihak Iran.