Meeting Results: Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Pilih Negosiasi, Bukan Perang
Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Pilih Negosiasi, Bukan Perang
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negara kaya minyak tersebut tidak ingin terlibat dalam perang dengan Amerika Serikat, melainkan mengutamakan proses negosiasi untuk menyelesaikan ketegangan di Timur Tengah. Dalam sebuah pernyataan di platform Telegram, Pezeshkian mengatakan, “Iran tidak menuntut perang atau ketidakstabilan, dan terus mendorong komunikasi serta kolaborasi berbasis solusi bersama dengan negara lain.” Pernyataan tersebut dikutip oleh Tass.
“Pendekatan yang memaksa Iran melepaskan posisi kami atau membuat kami menyerah pasti tidak akan berhasil. Rakyat Iran tidak akan menerima tawaran semacam itu,” tambahnya.
Proses perundingan antara AS dan Iran di Islamabad pada hari Sabtu (11/4) berakhir tanpa capaian kesepakatan penting untuk mengakhiri konflik yang berlangsung. Diskusi berlangsung hingga dini hari, tetapi kedua pihak belum mencapai titik temu dalam isu krusial. Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Amerika, menyampaikan bahwa “berita buruknya adalah kami belum menemukan kesepakatan. Saya yakin ini lebih mengguncang Iran daripada AS,” katanya sebelum meninggalkan Islamabad, menurut Reuters.
“Karena itu, kami kembali ke Washington tanpa hasil yang memuaskan. Delegasi kami telah menyampaikan batasan yang jelas,” tambah Vance, dikutip dari Reuters.
Adanya kesengajaan dalam perundingan membuat pihak Iran mempertimbangkan putaran negosiasi berikutnya sebelum masa gencatan senjata dua minggu berakhir pada 21 April. Seorang sumber tinggi dari Iran mengatakan, “Belum ada tanggal pasti untuk perundingan baru, namun kedua delegasi telah menyiapkan jadwal antara Jumat hingga Minggu untuk diskusi lebih lanjut,” menurut laporan Reuters.
Di sisi lain, Pezeshkian juga menyoroti keadilan dalam serangan terhadap warga sipil selama konflik. Ia bertanya, “Apakah ada dasar hukum internasional atau prinsip kemanusiaan yang membenarkan tindakan menargetkan penduduk biasa, elit, anak-anak, serta merusak pusat vital seperti sekolah dan rumah sakit?” Pernyataan ini dikutip dari Al Jazeera.