Special Plan: 3 Perairan Terancam Diblokade Iran Jika Tak Kunjung Deal dengan AS
Iran Ancam Blokir Tiga Perairan Strategis Timur Tengah Jika Perundingan dengan AS Tidak Berhasil
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan ancaman untuk memutus perdagangan di tiga perairan vital Timur Tengah, yaitu Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah, jika negosiasi damai dengan Amerika Serikat tidak mencapai kesepakatan. Penegasan ini dilakukan pada Rabu (15/4), sebagai respons atas blokade yang dilakukan AS terhadap pelabuhan Iran.
Blokade AS terhadap pelabuhan Iran berlangsung pada Senin (13/4) sebagai konsekuensi dari stagnasi perundingan di Pakistan, yang terjadi pada Sabtu (11/4) lalu. Langkah ini diambil untuk menekan Teheran agar kembali ke meja perundingan. Iran menolak tindakan tersebut dan mengancam akan mengambil langkah serupa di perairan kritis lainnya.
Teluk Persia: Jalur Vital Energi Global
Teluk Persia, yang dikenal sebagai perairan kritis bagi ekspor energi global, memiliki cadangan minyak bumi yang melimpah di wilayah sekitarnya. Sejak Perang Dunia II, kawasan ini menjadi penyangga utama produksi minyak dunia, menyumbang sekitar tiga perlima dari total cadangan minyak terbukti (proven oil reserves) di bumi. Luas area perairan ini mencapai 241.000 km², membentang dari barat laut hingga tenggara dengan panjang sekitar 990 km. Lebar Teluk Persia bervariasi antara 55 km hingga 340 km, terutama di Selat Hormuz, yang merupakan satu-satunya akses laut ke luar kawasan.
Kontrol jalur ini sangat penting karena menghubungkan eksportir utama minyak dan gas ke pasar internasional. Kapan saja terjadi gangguan di Selat Hormuz, dampaknya langsung dirasakan oleh berbagai negara, terutama karena jalur tersebut mengangkut lebih dari 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Laut Oman: Jalur Transit Energi dan Perdagangan
Laut Oman, juga dikenal sebagai Teluk Oman, berfungsi sebagai penghubung strategis antara Laut Arab dan Teluk Persia. Wilayah ini memiliki panjang sekitar 560 km dan lebar sekitar 320 km. Meski lokasinya tidak sekeras Teluk Persia, Laut Oman tetap menjadi jalur maritim kritis yang memfasilitasi transportasi energi dari kawasan Timur Tengah ke luar.
Dari Selat Hormuz hingga Laut Arab, jalur ini melayani eksportir seperti Oman, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA). Tekanan pada perairan ini memicu risiko gangguan perdagangan global, terutama karena volume kapal tanker dan kargo yang melewati jalur ini sangat signifikan.
Laut Merah: Jalur Utama Eropa dan Asia
Laut Merah, yang memanjang dari Suez, Mesir, hingga Selat Bab Al Mandeb, adalah jalur air sibuk yang menjadi perekat ekonomi antara Eropa dan Asia. Perairan ini terhubung dengan Laut Mediterania melalui Terusan Suez serta Laut Arab melalui Selat Bab Al Mandeb.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Luar Negeri AS, Laut Merah berperan vital dalam perdagangan global. Dari total volume kontainer internasional, sekitar 30% melewati jalur ini, sementara 15% dari perdagangan dunia juga melintasi perairan tersebut.