Key Discussion: Pramono Prihatin soal Lagu ‘Erika’ ITB: Dulu Liriknya Nggak Begitu

Pramono Prihatin soal Lagu ‘Erika’ ITB: Dulu Liriknya Tidak Seperti Ini

Pramono Menjawab Kontroversi Lagu ‘Erika’

Pramono Anung, mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB yang sekarang menjabat Gubernur DKI Jakarta, memberikan tanggapan terkait lagu ‘Erika’ yang menjadi sorotan karena dianggap memperlihatkan pelecehan. Ia menyatakan bahwa lirik lagu tersebut dulu berbeda dari yang saat ini viral di media sosial.

Peran Pramono dalam OS ITB

Pramono mengungkap pengalamannya saat masih menjadi mahasiswa. Ia pernah tergabung dalam Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.

“Saya kebetulan pernah ikut dalam OSD. Status saya pegang ecrek-ecrek, pasti gambarnya masih ada dulu pegang ecrek-ecrek. Lagu Erika lagunya kan Erika kan? Itu lagu wajib kalau lagi acara OS ITB,”

Perbedaan Lirik dan Makna Lagu

Menurut Pramono, lirik lagu ‘Erika’ pada masa ia masih aktif tidak memiliki unsur pelecehan seperti yang ramai diperbincangkan sekarang. Bahkan, ia menyebut lagu itu pernah digunakan sebagai sarana kritik terhadap pemerintahan Orde Baru.

“Saya juga prihatin dan saya yakin dulu liriknya bukan seperti itu, dulu liriknya bukan seperti itu. Dan dulu pada waktu itu selalu kelebihannya mahasiswa tambang ITB nyanyi Erika, pidatonya pidato pak Harto, yang ditirukan oleh mahasiswa tambang ITB karena bagian dari perlawanan melawan rezim yang sangat otoriter,”

Pramono menegaskan bahwa ia masih menghafal lirik lagu tersebut, meski saat ini sudah berubah.

“liriknya dulu nggak seperti itu. Bahkan saya kalau disuruh nyanyi lagunya masih hafal. Karena dulu saya ecrek-ecrek ini kan apa ya pemain tambahan aja, paling kalau mau nambah ya backing vokal aja,”

Respons Rektor ITB dan Langkah Tindakan

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara telah mengungkapkan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kampus tidak menoleransi tindakan kekerasan.

“Dan kami tentu saja tidak akan memberikan toleransi apa pun terhadap perbuatan-perbuatan yang mengandung kekerasan di dalam lingkungan kampus,”

Tata menuturkan bahwa pihaknya mengambil langkah serius untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihaknya telah melakukan rapat dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) serta berkoordinasi dengan himpunan jurusan.

“Kami rapat maraton dengan Satgas PPK, kami bertemu dengan keluarga mahasiswa ITB, dengan para ketua himpunan jurusan, yang kemudian juga akan menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang intinya adalah meningkatkan awareness dan melakukan pencegahan agar kejadian yang serupa tidak terjadi lagi,”

Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Mengakui Kesalahan

Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT) meminta maaf atas penampilan lagu ‘Erika’ yang menimbulkan kegaduhan. Mereka mengakui bahwa konten dalam lagu tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai akademik atau organisasi kemahasiswaan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,”

HMT juga menyatakan telah meminta pihak terkait untuk menghapus konten lagu yang bersifat merendahkan. Mereka mengatakan telah melakukan evaluasi internal terhadap pelaksanaan dan kegiatan terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *