Special Plan: Nazi Pernah Ketipu Armada Militer Palsu, Kegocek Balon Berbentuk Tank
Nazi Pernah Ketipu Armada Militer Palsu, Kegocek Balon Berbentuk Tank
Kebijaksanaan Penipuan dalam Perang Dunia II
Selama Perang Dunia II, pasukan Nazi Jerman dikenal sebagai salah satu militer paling mengkhawatirkan. Namun, ada fakta yang sering terlewat: pasukan Jerman justru menjadi korban dari strategi penipuan yang dijalankan oleh angkatan bersenjata palsu.
Dilansir BBC, pasukan armada palsu ini dikenal dengan sebutan ‘tentara hantu’. Mereka menggunakan teknik kreatif untuk mengelabui musuh.
Pasukan Khusus Amerika Serikat
Pasukan ‘tentara hantu’ merupakan bagian dari Pasukan Khusus Markas Besar ke-23 Amerika Serikat. Dibentuk pada 1942, mereka terdiri dari lebih dari 1.000 anggota dan aktif di Eropa setelah operasi D-Day.
Metode Pemalsuan yang Canggih
Dalam upaya mengubah persepsi Nazi, tim ini menciptakan skenario yang memperlihatkan pasukan Sekutu lebih kuat. Mereka mengatur jumlah 30.000 tentara dengan menggunakan balon berbentuk tank yang terlihat nyata dari jarak jauh.
Strategi ini melibatkan berbagai elemen, termasuk efek visual tingkat profesional dan manipulasi data intelijen. Balon tank berhasil mengalihkan perhatian pengintaian udara Jerman.
Kelompok Profesional yang Terlibat
Membentuk tim ini membutuhkan keahlian di berbagai bidang. Arsitek, desainer, kreator iklan, serta seniman turut terlibat. Beberapa anggota terkenal seperti fotografer Art Kane dan perancang busana Bill Blass ikut serta dalam operasi ini.
Operasi Penipuan yang Berhasil
Dalam periode 1944 hingga 1945, mereka menggelar 22 operasi penipuan yang berdampak besar. Taktik ini membantu Sekutu meraih kemenangan akhir melawan Adolf Hitler.
Salah satu metode unik adalah siaran radio palsu. Anggota memutar suara pergerakan pasukan untuk menyesatkan penyadap Nazi. Sementara itu, para aktor juga berperan dalam menipu mata-mata lokal dengan memperkenalkan seragam dan taktik gerak yang terencana.
Pengaruh yang Terus Berlanjut
Setelah perang berakhir, aktivitas pasukan ini tetap dijaga kerahasiaannya. Sampai tahun 1996, rincian pembuatan armada militer palsu baru diungkapkan secara resmi.