What Happened During: Total 4 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Saat Jaga Perdamaian di Lebanon
Total 4 Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon Selatan
Dalam operasi misi perdamaian PBB di Lebanon, empat prajurit TNI dikabarkan gugur akibat serangan yang terjadi akhir Maret lalu. Salah satu korban, Praka Rico Pramudia (31), meninggal setelah dirawat di rumah sakit setelah menderita luka parah akibat ledakan di markas UNIFIL di Adchit Al Qusayr.
Pernyataan UNIFIL Mengenai Kematian Praka Rico
“UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, serta prajurit TNI yang menjadi bagian dari misi perdamaian. Kematian Praka Rico Pramudia hari ini sangat disesalkan,” tulis UNIFIL melalui akun X @UNIFIL_.
Serangan di Adchit Al Qusayr terjadi saat ketegangan antara militer Israel dan Hizbullah sedang memuncak. Pada 29 Maret, Praka Rico terkena luka berat dari ledakan proyektil, yang memicu evakuasi ke Rumah Sakit St. George di Beirut menggunakan helikopter.
Peristiwa Lain yang Mengakibatkan Kematian Prajurit TNI
Hari Senin berikutnya, 30 Maret, PBB mengonfirmasi dua prajurit TNI lain meninggal usai ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Korban adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan. Serangan tersebut menewaskan dua orang dan meluka dua prajurit lain.
Kemudian, dalam penjabaran lebih lanjut, prajurit Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Bayu Prakoso serta Praka Arif Kurniawan juga menjadi korban. Dua dari mereka menderita luka ringan dan diterima perawatan di Hospital Level I UNIFIL.
Respons Kemlu RI atas Serangan di Wilayah Perdamaian
“Pemerintah RI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia. Nyawa prajurit tersebut tidak dapat diselamatkan meski langkah medis telah diambil secara cepat,” ujar Kemlu RI dalam pernyataan resmi, Jumat (24/4).
Kemlu mengecam tindakan Israel yang menyebabkan kematian peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap pasukan perdamaian dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional. Pemerintah RI terus berkoordinasi dengan UNIFIL, Lebanon, dan tim medis untuk memastikan proses repatriasi jenazah berjalan lancar.
“Keamanan peacekeepers tidak dapat dipertanyakan. Pemerintah juga berupaya memperkuat perlindungan personel di lapangan melalui evaluasi keselamatan dan mitigasi risiko,” tambah Kemlu RI.
Pelanggaran Hukum dan Tuntutan Investigasi
“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian termasuk kejahatan perang. Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh dan transparan untuk mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban,” sampaikan Kemlu RI.
Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit TNI meninggal dunia dan dua lainnya terluka. Pemerintah RI menegaskan komitmen untuk melindungi para pekerja perdamaian serta memastikan keselamatan di wilayah operasi UNIFIL.