Bulog jamin ketersediaan beras untuk warga pulau terluar Indonesia
Bulog Memastikan Pasokan Beras untuk Penduduk Pulau Terpencil Indonesia
Tanjungpinang, Sabtu – Bulog Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menegaskan pasokan beras pemerintah (CBP) tetap terjaga bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar, seperti Anambas dan Lingga, selama tiga bulan mendatang. Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan bahwa hingga 23 April 2026, stok beras di gudang Siantan, Anambas mencapai 376 ton, sedangkan di gudang Sungai Besar, Lingga sebanyak 310 ton.
“Konsumsi beras diperkirakan sekitar 100 ton per bulan, sehingga pasokan CBP di dua pulau ini masih memadai dan cukup untuk tiga bulan ke depan,” jelas Arief saat diwawancara di Tanjungpinang.
Sementara itu, stok CBP di gudang Bulog Melayu Kota Piring, yang melayani kebutuhan Kota Tanjungpinang dan Bintan, mencapai sekitar 2.400 ton. Stok ini dapat bertahan hingga empat bulan. Arief menambahkan bahwa oleh karena itu, masyarakat tidak perlu cemas terhadap ketersediaan bahan pangan, terutama mengingat pasokan beras nasional yang melimpah, mencapai lima juta ton.
Kepala Cabang tersebut juga menyebutkan bahwa permintaan beras medium Bulog mengalami kenaikan signifikan sejak awal 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan sebelumnya sekitar 10 ton per minggu, kini mencapai 60 ton per minggu. Peningkatan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga beras di pasar, membuat beras Bulog menjadi pilihan yang lebih terjangkau dan berkualitas.
“Harga beras Bulog tetap stabil, yaitu Rp65.500 per lima kilogram,” tutur Arief. “Selain itu, masyarakat bisa memperoleh beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui mitra Bulog, seperti RPK, pasar, toko modern, hingga pedagang eceran.”