Key Strategy: BPDP gandeng AKPY-STIPER perkuat inovasi dan citra positif sawit
BPDP Gandeng AKPY-STIPER Perkuat Inovasi dan Citra Positif Sawit
Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama AKPY-STIPER Yogyakarta mengadakan kerja sama untuk memperkuat inovasi dan meningkatkan reputasi positif industri kelapa sawit nasional. Dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Sabtu, Sri Gunawan, Direktur AKPY-STIPER, menyatakan bahwa kelapa sawit adalah komoditas utama yang memiliki berbagai manfaat signifikan, tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai bahan baku pangan dan produk turunan bernilai tinggi.
Program Kolaboratif untuk Tingkatkan Kapasitas UMKM
Menurut Sri Gunawan, pemahaman menyeluruh tentang agribisnis sawit dari awal hingga akhir menjadi penting, khususnya bagi mahasiswa yang menerima beasiswa BPDP. Mereka perlu memahami potensi besar sektor ini, termasuk peluang kewirausahaan yang bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. “Mahasiswa, terutama penerima beasiswa BPDP, harus memahami manfaat agribisnis sawit yang luas,” ujarnya.
“Kami ingin membangun kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari UMKM, koperasi, perguruan tinggi, pemerintah, perusahaan sawit, hingga lembaga riset. Upaya ini bertujuan memperluas akses pasar, membuka peluang permodalan, serta mempercepat transfer teknologi di sektor sawit,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, diadakan “Workshop dan Konferensi UMKM Sawit Jogja 2026” yang didukung BPDP. Acara ini bertujuan menciptakan kemandirian pangan dan energi berbasis usaha kecil menengah (UMKM). Pelatihan pengolahan produk pangan, energi, oleokimia, dan oleofood serta pemasaran digital turut dilakukan, disertai expo dan networking yang menampilkan hasil UMKM sawit sekaligus memperluas koneksi bisnis antara pelaku usaha, perusahaan, dan pemerintah.
Strategi Komunikasi untuk Lawan Kampanye Negatif
Kepala Divisi Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansah, menambahkan kegiatan ini bukan hanya forum untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih luas. “Workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 merupakan implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” ujarnya.
“BPDP menjalankan peran kampanye positif sebagai upaya menyeimbangkan bahkan melawan kampanye negatif yang sering muncul terhadap komoditas sawit. Pendekatan ini melibatkan langsung pelaku UKMK sebagai aktor utama di lapangan,” katanya.
Dengan melibatkan UKMK secara aktif, peserta workshop tidak hanya diberikan pengetahuan teknis dan peluang usaha berbasis turunan sawit, tetapi juga didorong memahami peran strategis mereka dalam ekosistem industri nasional. Helmi menjelaskan bahwa ketika pelaku usaha merasakan manfaat ekonomi dari sawit, secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi positif industri ini.