Key Strategy: Pertagas raih tiga penghargaan lingkungan Proper Emas KLH
Pertagas Raih Tiga Penghargaan Lingkungan Proper Emas KLH
Jakarta – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), berhasil memperoleh tiga penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pengakuan ini berdasarkan upaya berkelanjutan perusahaan yang menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dalam keterangan yang diberikan di Jakarta, Sabtu, Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, mengungkapkan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang efektif. “Penghargaan ini menegaskan konsistensi Pertagas dalam menerapkan program TJSL yang memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas program TJSL perusahaan yang dijalankan secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indra.
Penghargaan diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, kepada Indra P Sembiring dan Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, dalam acara Proper di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Indra menyebutkan, pencapaian ini mencerminkan kinerja Pertagas yang tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga melebihi batasnya melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Program TJSL Pertagas mencakup berbagai inisiatif lingkungan yang mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis. Contohnya, di Wilayah Operasi Jawa Timur, Eco Pori mengubah sampah plastik menjadi ecobrick untuk mendukung irigasi pertanian. Di Kalimantan, PISPA 2.0 mengolah limbah pipa serta sampah organik menjadi sarana irigasi dan pupuk, yang menekan emisi karbon. Sementara di Sumatera Selatan, program PESONA memanfaatkan limbah urine sapi sebagai pestisida organik untuk memacu pertanian ramah lingkungan.
Keberhasilan Pertagas juga didukung oleh program pemberdayaan masyarakat. Wilayah Kalimantan berhasil meraih Proper Emas keempat secara beruntun sejak 2022. Wilayah Sumatera Selatan mencatatkan Proper Emas kedua, sementara Wilayah Jawa Timur kembali memperoleh penghargaan ketiga setelah sebelumnya meraih pada 2019 dan 2020.
Dalam program Karyadarsa di Kalimantan, Pertagas meningkatkan akses air bersih melalui sistem Aquagrid dan mengubah lahan kritis seluas 2,5 hektare menjadi lahan produktif. “Program ini mendorong efisiensi biaya, peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi desa,” tambah Indra.
Wilayah Sumatera Selatan melalui Pusaka Artha mengembangkan ekonomi sirkular inklusif dengan optimasi pengelolaan air dan pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi. Hasilnya, pendapatan masyarakat meningkat, serta keterlibatan petani dan pemuda semakin kuat. Sementara di Jawa Timur, program Cita Sembada mempercepat produktivitas pertanian hingga tiga kali panen per tahun, yang berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani.
Program ini juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui sistem pengelolaan sampah terpadu, serta mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih efisien dan kompetitif. Kelompok rentan, termasuk perempuan dan pasien kesehatan jiwa, terlibat aktif dalam aktivitas ekonomi produktif. Capaian TJSL Pertagas telah menjangkau 17 kelompok masyarakat dengan lebih dari 11 ribu penduduk sebagai penerima manfaat langsung.
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,49 dengan kategori sangat baik, sementara nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,49 menunjukkan efektivitas dan keberlanjutan program. “Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Indra.