Latest Program: Bappenas: Penyelenggaraan haji dan umrah alami pergeseran paradigma
Bappenas: Perubahan Pandangan dalam Pengelolaan Haji dan Umrah
Dari Jakarta – melalui pertemuan pembukaan penyusunan desain besar pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah – Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengungkapkan adanya pergeseran konsep dalam pengelolaan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, pendekatan baru ini menggeser fokus dari model sektoral ke sistem ekonomi yang lebih holistik.
Paradigma Baru sebagai Penggerak Ekonomi
“Haji dan umrah kini tidak hanya dianggap sebagai kegiatan spiritual, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang melibatkan sejumlah sektor,” jelas Pungkas. Perubahan ini terjadi seiring munculnya konsep pilgrimage economy, yang menekankan integrasi kegiatan ibadah dengan aktivitas ekonomi skala besar.
Perkembangan Industri Ibadah
Kenaikan pesat jumlah jemaah umrah, yang mencapai sekitar 1,7 juta orang pada 2025, menjadi bukti bahwa model ini mulai terwujud. Pungkas menegaskan bahwa Bappenas sedang merancang desain besar yang mencakup seluruh tahapan nilai ekonomi, mulai dari layanan domestik hingga keterlibatan global.
Kemitraan dan Sistem Pendukung
Upaya ini didasari oleh peningkatan kemitraan internasional, pengembangan industri dalam negeri, serta penguatan regulasi dan infrastruktur kelembagaan. “Indonesia tidak hanya menjadi penyedia jemaah, tetapi juga harus mampu menempati posisi strategis dalam rantai nilai global,” tambahnya.
Ekonomi Nasional dan Tantangan
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Bappenas Didik Darmanto menyoroti besarnya potensi ekonomi dari haji dan umrah. Dikatakan, setiap tahun terdapat sekitar 221 ribu jemaah haji dan 1,6–2 juta jemaah umrah, dengan perputaran uang hingga Rp40 triliun. Namun, sekitar 80 persen dari nilai tersebut tetap mengalir ke luar negeri.
“Kita tidak lagi bermasalah karena kurangnya potensi, melainkan karena belum terbangunnya sistem yang terpadu. Sementara sektor pendukung masih bersifat terpisah, nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya didapat di dalam negeri,” ungkap Didik.