Latest Program: Kebijakan OJK soal RBB diharap perkuat independensi perbankan

Kebijakan OJK soal RBB diharap perkuat independensi perbankan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil keputusan yang tidak memaksa bank untuk memberikan pembiayaan kepada program prioritas pemerintah. Konsultan keuangan Elvi Diana mengapresiasi langkah ini, menilainya sebagai upaya memperkuat otonomi lembaga keuangan. Menurutnya, revisi terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) mencerminkan prinsip dasar industri perbankan yang menekankan kebebasan dalam pengambilan strategi.

Prinsip Kepraktisan dan Objektivitas

Elvi menekankan bahwa bank harus tetap mandiri dalam mengelola operasional dan menentukan arah bisnis. “Bank bukan hanya alat pemerintah, tetapi entitas bisnis yang perlu diatur secara profesional,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jumat. Ia menambahkan bahwa proses pemberian kredit harus didasari prinsip kehati-hatian dan analisis risiko yang teliti.

“Jika bank dibuat terikat pada program pemerintah, hal itu bisa mengurangi kemampuan mereka untuk menilai kelayakan kredit secara objektif,” kata Elvi. Ia mengingatkan bahwa keputusan pembiayaan harus melalui verifikasi risiko yang matang. Kewajiban menyalurkan kredit ke sektor tertentu berpotensi memicu ketidakstabilan sistem perbankan.

Elvi juga menyebutkan bahwa struktur modal bank adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan industri. Kebijakan penghapusan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bagi debitur dengan pinjaman di bawah Rp1 juta perlu diterapkan secara proporsional. Menurutnya, SLIK harus tetap dipertahankan sebagai alat untuk memastikan debitur memenuhi kewajiban.

“Tanpa pembuktian bahwa debitur sudah melunasi utang atau tidak lagi terkait dengan bank, risiko moral hazard bisa muncul,” jelas Elvi. Ia mengingatkan bahwa mekanisme perbankan harus tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, karena keputusan kredit memerlukan validasi sebelum diambil.

Elvi menegaskan bahwa kebijakan OJK ini sejalan dengan upaya menjaga profesionalisme sektor perbankan. Penerapan RBB yang direvisi diharapkan mendorong pengambilan keputusan yang lebih berdasarkan risiko, bukan tekanan eksternal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *