Latest Program: Menaker: Pelatihan vokasi dukung pemulihan pascabencana Aceh dan Sumut

Menaker: Pelatihan Vokasi Dukung Pemulihan Pascabencana Aceh dan Sumut

Jakarta – Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Menaker Yassierli menjelaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang setelah bencana banjir bandang di Aceh serta Sumatera Utara. Menurutnya, Kemnaker melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) tengah menyiapkan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pasca-kejadian, termasuk penguatan keterampilan kerja dan kewirausahaan.

“Selain itu, juga diperlukan peningkatan produktivitas agar masyarakat dapat kembali mandiri secara ekonomi,” ujar Yassierli.

Program Pelatihan Vokasi

Menaker menekankan bahwa pemulihan tidak hanya terbatas pada bantuan sementara, tetapi harus berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar pulih dan siap menghadapi masa depan. Ia menambahkan bahwa bencana bisa meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh menghancurkan semangat. “Musibah ini menjadi kesempatan untuk bangkit lebih kuat,” katanya.

Bantuan Kemnaker Peduli

Kemnaker menyalurkan dana Kemnaker Peduli senilai Rp32.252.643.000 untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan membantu masyarakat terdampak bencana. Dana tersebut dibagi ke dalam beberapa program.

Salah satu program utama adalah pelatihan vokasi yang menargetkan 4.516 orang di Sumatera Utara dengan anggaran Rp16.531.704.000, serta 2.438 orang di Aceh dengan dana Rp8.918.439.000. Selain itu, ada kegiatan Padat Karya sebanyak 40 paket senilai Rp4.000.000.000 untuk menciptakan lapangan kerja sementara dan menggerakkan perekonomian lokal wilayah terkena bencana.

Kemnaker juga menyediakan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebanyak 400 paket bantuan berjumlah Rp2.000.000.000, bertujuan mendorong pertumbuhan usaha kecil. Selain itu, terdapat santunan kepada pekerja terdampak sebesar Rp52.500.000 dan dukungan pengembangan wirausaha, yang mencakup pelatihan serta modal usaha sebesar Rp750.000.000.

Menaker mengajak seluruh pihak, seperti pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat, untuk terus berkolaborasi mempercepat proses pemulihan serta penguatan sumber daya manusia (SDM) di kedua daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *