Latest Program: Rosan lapor Prabowo minat investasi ke Indonesia masih tinggi
Rosan Laporan Prabowo: Minat Investasi ke Indonesia Masih Tinggi
Di Jakarta, Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa minat para investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi, meski terdampak oleh ketidakstabilan geopolitik dan ekonomi global akibat konflik antara Iran dan Irak. “Meski menghadapi kondisi saat ini yang dipengaruhi oleh perang, ketidakstabilan geopolitik, serta dinamika ekonomi global, minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi dan sangat positif,” jelas Rosan menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (21/4) malam setelah menghadap Presiden.
Kunjungan Diplomatik dan Aliran Investasi
Rosan menambahkan, minat tersebut terbukti dari aliran investasi yang masih sesuai dengan target yang ditetapkan. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo ke beberapa negara dalam beberapa waktu terakhir, termasuk Jepang dan Korea Selatan (Korsel), menunjukkan peluang besar. “Investasi juga mengalir dari Singapura dan Tiongkok,” lanjut Rosan. Berdasarkan hasil lawatan tersebut, potensi investasi dari Jepang diperkirakan hampir mencapai 30 miliar dolar AS, sementara dari Korsel sekitar 10 miliar dolar AS.
“Jadi ya Alhamdulillah cukup, sangat-sangat baiklah. Investasi dari Tiongkok juga tetap dominan, dengan aliran yang stabil ke berbagai sektor,” ujar Rosan yang mengaku baru saja kembali dari kunjungan ke Singapura dan Tiongkok.
Dalam suasana optimis tersebut, Presiden Prabowo meminta Rosan untuk memastikan lingkungan investasi di dalam negeri tetap kondusif. “Jangan sampai ada regulasi atau peraturan kita yang justru menghambat proses investasi. Tadi, Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita perlu membandingkan iklim investasi Indonesia dengan standar negara-negara ASEAN dan peraturan OECD,” jelas Rosan menjelaskan arahan dari Presiden Prabowo.