Main Agenda: Menkop Ferry jadi anggota luar biasa Koperasi Merah Putih di Kupang

Menkop Ferry Jadi Anggota Luar Biasa Koperasi Merah Putih di Kupang

Kota Kupang menjadi tempat hadirnya Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebagai anggota khusus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II, Alak, dalam acara penyerahan simpanan pokok sebesar Rp50 juta. Selama kunjungan tersebut, ia menyampaikan pernyataan bahwa koperasi merupakan sarana yang bisa menjadi kekuatan bagi masyarakat yang lemah. “Dengan berkumpul, mereka bisa bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang lebih kuat. Saya percaya dalam setahun ke depan, koperasi ini akan mengalami perubahan signifikan,” tuturnya.

Pengembangan Koperasi sebagai Pusat Ekonomi Lokal

Selama inspeksinya, Menteri Ferry turut berinteraksi langsung dengan warga sekitar serta anggota koperasi. Dalam diskusi, ia menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bagian dari strategi nasional untuk mendorong masyarakat dari pemakai layanan menjadi pengusaha mandiri. “Koperasi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan memprioritaskan produk lokal. Mereka harus menjual kebutuhan pokok sekaligus mengumpulkan hasil pertanian, peternakan, perikanan, serta usaha mikro kecil menengah,” ungkapnya.

Langkah-Langkah Penguatan Ekosistem Koperasi

Dalam rangkaian kegiatan, ia menyoroti bahwa koperasi ke depan akan dilengkapi fasilitas seperti gudang penyimpanan, alat pengering hasil panen, tempat dingin untuk produk pertanian, serta layanan kesehatan. “Koperasi perlu bergerak terintegrasi dalam produksi, distribusi, industri, dan pembiayaan. Ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai dasar perekonomian nasional,” tegasnya.

Peran Koperasi dalam Keadilan Sosial dan Ekonomi

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut positif upaya pengembangan koperasi ini. Menurutnya, koperasi harus menjadi instrumen utama untuk menciptakan keadilan dalam sektor ekonomi. “Politik kita sudah menyatukan suara, tetapi ekonomi masih belum sepenuhnya mengakui prinsip konstitusi. Keuntungan harus dinikmati bersama, bukan hanya oleh sebagian orang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transformasi koperasi dari fungsi simpan-pinjam menjadi pelaku usaha yang aktif. “Jangan berhenti di produksi saja. Koperasi harus menyentuh distribusi, pemasaran, bahkan industri. Mereka harus menguasai seluruh proses nilai,” tambahnya.

Menteri Koperasi juga menyatakan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bagian dari visi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto. “Kita perlu bekerja sama agar program ini berhasil dijalankan,” lanjutnya.

Dalam agenda hari itu, Menteri Koperasi hadir di acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TLM di Kupang pada Sabtu malam. Pada hari Minggu, ia akan kembali menghadiri RAT Koperasi Swastisari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *