IHSG berpotensi melemah dipicu dominasi sentimen global
IHSG berpotensi melemah dipicu dominasi sentimen global
Jakarta – Pada hari Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami penurunan, dipengaruhi oleh kuatnya pengaruh faktor internasional dalam arah pergerakan pasar. IHSG dibuka dengan peningkatan, namun kemudian melemah sebanyak 51,79 poin atau 0,69 persen, berada di level 7.489,82 pada pukul 09.55 WIB.
Sementara itu, kelompok saham unggulan (45 saham) atau Indeks LQ45 mengalami penurunan 6,49 poin atau 0,88 persen, menempatkan diri di angka 729,48. Analisis dari Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebutkan, “Secara keseluruhan, IHSG cenderung bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan defensif, di mana faktor global seperti harga minyak, dolar AS, dan situasi geopolitik akan lebih berpengaruh dalam menentukan pergerakan jangka pendek dibandingkan katalis lokal.”
“Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan defensif, di mana faktor global (harga minyak, dolar AS, dan geopolitik) akan lebih dominan dalam menentukan arah jangka pendek dibandingkan katalis domestik,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari sisi internasional, meskipun ada risiko geopolitik yang terlihat dari kenaikan harga minyak akibat gangguan di Selat Hormuz, investor lebih memfokuskan pada aspek fundamental dalam negeri. Namun, tingginya valuasi saham membuat kemungkinan koreksi jangka pendek semakin besar, terutama karena pergeseran rasio risiko dan imbal hasil yang kurang menarik.
Dari segi domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di 4,75 persen masih belum mampu menguatkan Rupiah. Di sisi lain, peningkatan yield SBN hingga 6,64 persen menunjukkan adanya aliran modal keluar terus-menerus dari pasar obligasi.
Kinerja Pasar Global
Pada perdagangan Rabu (22/04), bursa saham Eropa terlihat mengalami penurunan, antara lain Euro Stoxx 50 turun 0,49 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,21 persen, DAX Jerman turun 0,31 persen, dan CAC 40 Prancis mengalami penurunan 0,96 persen.
Di Amerika Serikat, bursa Wall Street justru menguat, dengan Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,69 persen ke 49.490,03, S&P 500 meningkat 1,05 persen ke 7.137,90, serta Nasdaq Composite naik 1,73 persen ke 26.937,28.
Kinerja Pasar Asia
Dalam perdagangan pagi hari, bursa saham Asia juga menunjukkan tren melemah. Indeks Nikkei turun 637,86 poin atau 1,07 persen ke 58.948,00, sementara indeks Shanghai mengalami penurunan 17,79 poin atau 0,43 persen, mencapai 4.088,47. Indeks Hang Seng turun 237,74 poin atau 0,91 persen ke 25.925,50, dan indeks Strait Times mengalami penurunan 49,60 poin atau 0,99 persen, berada di level 4.953,12.