Topics Covered: Veto China terhadap draf Resolusi Hormuz bantu redakan ketegangan Iran
Veto China Bantu Redam Ketegangan Iran dengan Negara-Negara Lain
Dewan Keamanan PBB, New York (ANTARA) – Perwakilan tetap China di PBB, Fu Cong, mengatakan bahwa penggunaan hak veto oleh negaranya pada 7 April lalu terhadap draf resolusi tentang Selat Hormuz berkontribusi pada pencegahan perluasan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel. Dalam pertemuan Majelis Umum PBB, Fu menyatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan komitmen China terhadap keadilan internasional dan kesetaraan, sekaligus menjunjung prinsip Piagam PBB. Ia menegaskan, veto ini juga menciptakan kondisi yang memungkinkan pencapaian gencatan senjata sementara dan memulai proses dialog antarpihak.
“Suara China merefleksikan keputusan bijak untuk perdamaian dan kesejahteraan rakyat kawasan. Kami berada di pihak yang tepat dalam sejarah dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Fu.
Dalam wawancara, Fu menyampaikan bahwa China sangat menghargai upaya-upaya dalam draf resolusi tersebut dan paham secara mendalam kekhawatiran negara-negara Teluk. Ia menekankan bahwa Dewan Keamanan harus berfokus pada langkah deeskalasi, bukan memperburuk ketegangan atau memberi legitimasi bagi operasi militer yang tidak sah. “Dewan Keamanan tidak boleh memperkuat penggunaan kekuatan militer yang berujung pada eskalasi konflik,” tambah Fu.
Menurut Fu, China tidak mendukung serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Ia menegaskan bahwa jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz harus dijaga, dan Iran perlu mengambil langkah proaktif untuk memulihkan keadaan normal secepat mungkin. “Peningkatan pasukan militer dan blokade oleh AS dianggap sebagai tindakan berisiko yang bisa memicu ketegangan lebih lanjut,” katanya.
Fu juga meminta komunitas internasional untuk terus memperkuat upaya menyelesaikan konflik melalui perundingan damai. Ia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas Lebanon, serta mencegah perluasan situasi di sana yang bisa mengganggu gencatan senjata. Sebagai mitra strategis Timur Tengah, China mengklaim telah memantau dinamika regional secara aktif dan menjalani mediasi intensif dengan semua pihak.
Dalam kesimpulannya, Fu menyatakan bahwa China siap terus mendukung proses deeskalasi dan memperbaiki hubungan antar negara di kawasan. Ia menegaskan peran China sebagai pihak netral yang berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.