Key Discussion: Gubernur BI: Inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1 persen
Gubernur BI: Inflasi 2026 dan 2027 Tetap Terkendali dalam Rentang 2,5±1 Persen
Jakarta – Dalam pertemuan Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa inflasi di tahun 2026 serta 2027 akan tetap berada dalam target 2,5±1 persen. Hal ini didukung oleh kebijakan moneter yang konsisten dalam mengendalikan tingkat inflasi serta upaya pemerintah dalam menjaga harga komoditas.
Perry Warjiyo menegaskan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) untuk mendorong penerapan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), sehingga inflasi tetap terjaga dalam rentang yang ditentukan.
Dalam laporan terbaru, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 3,48 persen pada Maret 2026, lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mencapai 4,76 persen year on year (yoy). Inflasi inti turun ke 2,52 persen yoy, seiring terpenuhinya ekspektasi inflasi sesuai dengan target yang ditetapkan.
Inflasi kelompok makanan volatil (VF) juga menurun menjadi 4,24 persen yoy. Penurunan ini dipengaruhi oleh pasokan pangan yang memadai, meski permintaan meningkat selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sementara itu, inflasi kelompok harga yang ditetapkan pemerintah (AP) berada di angka 6,08 persen yoy, lebih rendah dari 12,66 persen yoy pada bulan sebelumnya. Penurunan ini diakibatkan oleh kebijakan harga yang lebih terbatas, serta berakhirnya dampak sementara dari diskon tarif listrik rumah tangga pada Januari dan Februari 2025.
Menurut Perry, upaya bersama antara BI dan pemerintah telah memberikan dampak positif dalam menekan inflasi. Kebijakan yang dijalankan diharapkan dapat memastikan stabilitas harga hingga tahun depan.