Solving Problems: Keisya Levronka hadirkan sentuhan pop-rock di album “Rombak”

Keisya Levronka Tampilkan Gaya Pop-Rock di Album “Rombak”

Jakarta – Artis solo Keisya Levronka meluncurkan album terbarunya berjudul “Rombak” yang menandai perubahan genre dalam karyanya. Kali ini, ia memasukkan elemen pop-rock sebagai ciri khas baru. Langkah ini menunjukkan evolusi kreatifnya setelah dikenal sebagai penyanyi yang mengusung tema ballad, seperti lagu “Tak Ingin Usai”.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, Keisya menjelaskan bahwa album ini dirancang dengan perspektif musik Indonesia tahun 2000-an. Dominasi akord gitar dan formasi band penuh menjadi dasar utama, menciptakan suasana yang berbeda dari karya sebelumnya. Album “Rombak” diharapkan menghubungkan dua generasi pendengar: satu sisi menghadirkan nostalgia bagi mereka yang mengenal pop-rock era tersebut, sementara di sisi lain menarik minat generasi muda dengan kesan modern.

Fokus pada Lagu “Aku Bukan Dia”

Diantara delapan lagu dalam album ini, “Aku Bukan Dia” menjadi judul utama yang memperlihatkan kecanggihan genre pop-rock. Lagu ini menggambarkan kehancuran emosional sebagai sesuatu yang rumit dan hening. Ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro, serta diproduksi oleh Lafa Pratomo, “Aku Bukan Dia” mengisahkan seseorang yang menyadari dirinya tidak pernah menjadi prioritas utama.

Karena hati pasangannya masih terasa di masa lalu, lagu ini membawa perasaan rapuh sekaligus tegas melalui vokal Keisya yang kuat.

Dalam penyampaian yang dinamis, lagu ini membangun puncak emosi yang intens. Penekanan pada tarikan napas menyampaikan keteguhan hati, meski terdengar lemah. Keisya mengakui bahwa karya ini tidak menghilangkan identitas sebelumnya, melainkan mengembangkannya dengan bentuk yang lebih mumpuni.

Transformasi “Tak Pantas Terluka (Lagi)”

Lagu lain yang menarik adalah “Tak Pantas Terluka (Lagi)”. Awalnya dikenal sebagai balada, kini versi band-nya viral di media sosial, memicu perubahan yang lebih berani. Dengan enerji lebih besar dan lebih menyentuh, lagu ini mencerminkan perkembangan musik bersama pendengarnya.

Kehadiran “Rombak” memungkinkan Keisya keluar dari stereotip ballad dan membentuk identitas artistik baru. Ia berharap karya ini tetap mencerminkan kejujurannya, menggambarkan perasaan yang kompleks dalam struktur musik yang lebih luas. Album kedua Keisya Levronka kini tersedia di berbagai platform streaming digital di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *