Key Discussion: Aboe Bakar menitikkan air mata dan minta maaf usai diperiksa MKD DPR

Aboe Bakar menitikkan air mata dan minta maaf usai diperiksa MKD DPR

Jakarta – Aboe Bakar Al-Habsyi, anggota Komisi III DPR RI, menunjukkan emosi saat menyampaikan permintaan maaf setelah menjalani pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Ia mengakui kesalahan atas ucapan yang dianggap mengarah pada permasalahan ulama dan tokoh agama di Pulau Madura. Menurut Aboe, pilihan kata yang digunakan bisa menciptakan kesan negatif yang tidak diinginkan.

Pernyataan yang memicu kontroversi tersebut muncul ketika ia membahas peran ulama dalam pemberantasan narkoba selama rapat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Komisi III DPR. “Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan, warga Madura, ulama, serta tokoh masyarakat semuanya. Saya harus mengatakan saya minta maaf,” ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (7/4).

“Perlu saya jelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan agar BNN untuk membantu menghindari narkoba masuk ke pesantren dan masyarakat,” tambah Aboe.

Ia juga mengakui bahwa penyampaian pandangan di ruang publik perlu lebih hati-hati. “Saya merasa kesalahan saya berada di cara penyampaian. Pernyataan yang saya ulangi kurang tepat, sehingga menimbulkan interpretasi berbeda,” katanya. Aboe menekankan bahwa ulama dan pesantren merupakan pilar penting dalam menjaga moral dan akhlak bangsa, serta memiliki peran strategis dalam pencegahan narkoba.

Dalam kesempatan sebelumnya, saat rapat dengan BNN, Aboe menyampaikan bahwa lembaga tersebut harus berkolaborasi dengan pihak lain dan memahami mekanisme penyebaran narkoba yang semakin luas. “Diduga ada ulama dan pesantren di Madura yang terlibat dalam peredaran narkotika. Saya meminta BNN mengecek dan mengonfirmasi kebenaran informasi itu,” ujarnya. Menurut Aboe, kekhawatiran ini muncul karena ada pihak yang disebut memiliki pengaruh besar atau berperan dalam bisnis narkoba.

Peristiwa ini dianggap sebagai pelajaran bagi Aboe untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan gagasan ke publik. Ia berharap agar ke depan bisa menghindari kesan menyudutkan tokoh agama dengan cara komunikasi yang lebih tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *