BPBD Jateng sebut evakuasi jadi prioritas tangani banjir Solo
BPBD Jateng sebut evakuasi jadi prioritas tangani banjir Solo
Semarang, Jawa Tengah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa evakuasi warga menjadi fokus utama dalam mengatasi banjir yang menghantam kawasan Solo Raya. “Evakuasi diutamakan sebagai langkah utama. Kami terus bergerak untuk menyelamatkan penduduk di area terkena dampak banjir,” ujarnya.
Koordinasi dan Tim Penanggulangan
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas sektor setelah banjir terjadi. Tim gabungan yang melibatkan BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, dan Polri diterjunkan ke titik-titik terdampak. Proses evakuasi masih berlangsung karena terus meningkatnya permintaan dari masyarakat, dengan sejumlah tempat pengungsian disiapkan di fasilitas umum.
“Permintaan evakuasi masih terus berjalan. Meskipun hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah,” katanya.
Di Kota Surakarta, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 109 jiwa. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Jateng bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan menyalurkan bantuan, seperti makanan siap santap, air minum, serta layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
Upaya Teknis dan Koordinasi
BPBD Jateng juga melakukan langkah teknis berupa pompanisasi di beberapa titik genangan, meski efektivitasnya masih terbatas akibat ketinggian air Sungai Bengawan Solo. “Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi, tetapi belum bisa optimal karena kondisi sungai utama masih tinggi,” katanya.
Dalam upaya mengendalikan aliran air, BPBD bekerja sama dengan instansi teknis seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Target mereka adalah mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh. Banjir yang terjadi dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan meningkatnya debit air sungai serta anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.
BPBD Jateng menekankan pentingnya langkah jangka panjang, seperti normalisasi sungai dan pembangunan kawasan penampungan air. “Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban saat debit tinggi,” katanya.