Latest Program: Andil Kartini masa kini dalam industri kereta api

Peran Kartini Masa Kini di Industri Kereta Api

Madiun – Pada siang hari, suasana di area pengelasan PT Industri Kereta Api (Persero) di Kota Madiun, Jawa Timur, berjalan seperti biasa. Deru mesin dan gesekan logam yang dihasilkan oleh para pekerja terdengar jelas. Di antara mereka, Nadhifatul Kamilah, yang dikenal dengan nama Ipeh, sedang memeriksa hasil las yang baru selesai dibuat. Dengan konsentrasi tinggi, ia mengamati detail sambungan logam untuk menilai kebugaran dan kualitas kerja timnya.

Kelahiran Tuban ini menjabat sebagai operator inspeksi di Unit Welding Examination and Inspection, bertugas memastikan setiap komponen proyek kereta api memenuhi standar kualitas BUMN. Perannya tidak hanya melibatkan pemeriksaan visual, tetapi juga pengukuran dimensi, penetrasi, serta ketahanan sambungan. Dengan spidol putih dan senter, Ipeh sering menandai bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau diperhatikan.

Sebagai lulusan D4 Teknik Pengelasan dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, profesi Ipeh membutuhkan keahlian spesifik. Ia menyatakan bahwa bidang ini memungkinkan perempuan berkontribusi secara aktif dalam produksi kereta api, tanpa terbatas oleh jenis kelamin. “Saya mendapatkan peluang yang sama dengan rekan-rekan laki-laki dalam membangun produk yang menjadi kebanggaan bangsa,” ujarnya kepada ANTARA.

Ipeh berasal dari keluarga pegawai pemerintahan. Ayahnya sudah pensiun sebagai pegawai negeri sipil, sementara ibunya masih aktif bekerja sebagai PNS. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia menekuni bidang yang dinilai relevan dan berkembang pesat di industri kereta api. Profesi ini, menurut Ipeh, adalah pilihan karir yang cerdas dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Saya mendapatkan peluang yang sama dengan rekan-rekan laki-laki dalam membangun produk yang menjadi kebanggaan bangsa,” ujarnya kepada ANTARA.

Dengan keahlian yang dimiliki, Ipeh menjadi contoh nyata perempuan yang aktif di bidang teknik, membuktikan bahwa gender tidak lagi menjadi penghalang dalam berkontribusi terhadap industri strategis nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *