Latest Program: Pemprov Kepri investigasi dugaan keracunan MBG di Kepulauan Anambas
Pemprov Kepri investigasi dugaan keracunan MBG di Kepulauan Anambas
Kepulauan Anambas menjadi sorotan setelah ratusan siswa diduga mengalami gejala keracunan akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dan Satgas MBG daerah setempat sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Tim Investigasi Mendalami Kasus
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, mengatakan tim medis telah menangani seluruh korban dengan baik. Namun, ia belum bisa memastikan apakah keracunan tersebut benar-benar disebabkan oleh MBG atau faktor lain.
“Ada sekitar 155 korban/siswa, dan beberapa orang tua yang juga mengonsumsi MBG untuk anaknya. Alhamdulillah, seluruh korban sudah ditangani dengan baik oleh tim medis,” ujar Rika Azmi di Tanjungpinang, Senin.
Sebagai langkah antisipasi, penyaluran MBG di Anambas serta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dihentikan sementara, sampai proses investigasi berakhir. Sampel makanan dari program MBG akan dianalisis di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Batam untuk memperjelas penyebab keracunan.
Kasus Terjadi di Kecamatan Siantan Tengah
Kasus ini terjadi pada Rabu (15/4) di Kecamatan Siantan Tengah. Ratusan warga, terutama siswa, diduga terpapar makanan yang diproduksi oleh dapur SPPG Air Asuk. Dapur tersebut berada di bawah Yayasan Pangan Intan Permata.
Seluruh korban telah dibawa ke Puskesmas Siantan dan Rumah Sakit Palmatak untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat ini, kondisi mereka mulai membaik dan beraktivitas kembali seperti biasa.