Latest Program: Program MBG bantu atasi stunting & ringankan beban warga Padang Serai
Program MBG Bantu Atasi Stunting dan Ringankan Beban Warga Padang Serai
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi warga Kelurahan Padang Serai, Bengkulu, dalam mengatasi masalah stunting. Yuyun, ketua Posyandu Anggita dan pengelola PAUD, menyatakan kehadiran MBG menjadi langkah penting dalam membantu pemenuhan nutrisi masyarakat, terutama di daerah dengan ekonomi menengah ke bawah.
“Saya tergerak buka Posyandu karena memang ada kebutuhan. MBG sangat membantu, terutama untuk ibu hamil, menyusui, dan balita. Ini jadi solusi untuk menurunkan stunting,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Padang Serai memiliki keberagaman masyarakat dari berbagai suku, dengan sebagian besar mata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Kondisi ini sering menyebabkan kesulitan dalam memenuhi asupan gizi keluarga. MBG dengan konsep menu khusus untuk 3B (ibu hamil, menyusui, balita) dinilai sebagai upaya efektif untuk meningkatkan kualitas nutrisi warga.
Sebelumnya, warga hanya fokus pada rasa dan kenyang, tanpa memperhatikan nutrisi yang cukup. “Karena Bengkulu dikenal memiliki stunting, kita bergerak. MBG membantu memenuhi kebutuhan mereka, meski sebelumnya makanan sehari-hari kurang lengkap,” tambah Yuyun.
Antusiasme Warga Tinggi, Distribusi Dinanti Setiap Jadwal
Kehadiran MBG memicu respons positif dari masyarakat. Sejak pelaksanaan awal, tidak ada penolakan, justru warga menantikan distribusi setiap hari. Saat ini, Posyandu Anggita melayani sekitar 113 penerima, terdiri dari 31 ibu hamil dan menyusui serta 83 balita.
“Selama puasa, ada warga yang menyampaikan bahwa makanan ini bisa digunakan untuk sekeluarga,” tutur Yuyun.
Menu Berkualitas dan Ketersediaan Nutrisi
Dari segi kualitas, Yuyun mengakui menu yang disediakan sangat memadai. Pemenuhan gizi menjadi lebih mudah, karena warga bisa memperoleh bahan seperti daging, ayam, dan telur secara bergantian tanpa perlu membeli sendiri. Ibu hamil dan menyusui juga mendapatkan porsi lebih besar untuk menjamin asupan gizi optimal.
“Daging dua iris biasanya mahal. Tapi MBG menyajikannya empat iris, menu bagus. Mereka kebanyakan makan daging dan ayam, tapi telur disisipkan agar lebih seimbang,” katanya.
Yuyun berharap Program MBG dapat diperluas cakupannya. Ia menyoroti masih ada warga yang belum bisa mengakses karena kuota terbatas.