Latest Program: Seorang calon haji NTB meninggal jelang keberangkatan
Seorang Calon Haji NTB Meninggal Jelang Keberangkatan
Mataram, NTB
Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, satu calon haji dari Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan wafat sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhammad Amin, yang mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Iya, informasi itu kami sudah terima laporannya,” ujarnya saat jumpa pers di Asrama Haji Kota Mataram, Senin.
Amin menjelaskan bahwa jamaah yang meninggal akan diurus sesuai prosedur yang berlaku. Pemerintah berupaya mempertahankan kuota 5.800-an calon haji NTB, meski ada kejadian tak terduga.
“Jika ada jamaah yang meninggal, tentu akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Namun kuota NTB sebanyak 5.800-an itu insyaallah tetap terpenuhi, tidak berkurang meski ada yang meninggal,” katanya.
Calon haji yang wafat, Muhamad Yasin, berasal dari Batujai, Lombok Tengah. Ia rencananya tergabung dalam kloter 7 dan akan masuk Asrama Haji pada 29 April, lalu diberangkatkan ke Tanah Suci pada 30 April 2026.
Total jamaah calon haji (JCH) yang akan diberangkatkan sebanyak 5.798 orang, terbagi dalam 15 kloter. Dalam jumlah tersebut, 80 petugas pendamping turut serta, sehingga total keseluruhan mencapai 5.846 orang.
Dari seluruh calon haji, 190 di antaranya termasuk lansia yang berusia di atas 65 tahun. Meski tidak semua dalam kondisi kesehatan yang menurun, rata-rata usia jamaah NTB tahun ini berada di kisaran 65 tahun ke atas.
“Bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap akan mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.
Untuk kloter pertama Embarkasi Lombok, 387 calon haji berasal dari Lombok Timur. Mereka akan masuk ke Asrama Haji pada Selasa (21/4) pukul 06.00 Wita, lalu diberangkatkan ke Arab Saudi pada Rabu (22/4) pukul 14.30 Wita.
Menyikapi kondisi cuaca di Arab Saudi, Amin meminta jamaah tetap memperhatikan kesehatan fisik. Suhu di Madinah mencapai 43 derajat Celsius, sementara di Makkah sekitar 36 derajat.
“Makanya kita mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan fisik. Karena banyak di antara jamaah kita yang merupakan lansia,” katanya.