Main Agenda: Wamendikdasmen semangati siswa SD agar lebih percaya diri ikut TKA

Kunjungan Wamendikdasmen ke SD Dwijendra Mataram

Jakarta – Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menghadiri acara di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk memberikan dukungan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) yang sedang mempersiapkan diri mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau latihan soal matematika yang sedang dilakukan siswa kelas VI di SD Dwijendra Mataram.

Pemantapan Kemampuan dengan Teknologi

Fajar secara langsung berinteraksi dengan siswa menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mengerjakan soal cerita berbasis logika. Ia menekankan bahwa TKA bertujuan mengukur kemampuan individu, bukan menentukan kelulusan. “TKA digunakan untuk memetakan literasi dan numerasi siswa, sehingga kita bisa mengetahui kemajuan mereka,” kata Fajar melalui pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa.

Menurut Fajar, siswa tidak perlu cemas atau khawatir karena TKA hanya sebagai alat penilaian kemampuan, bukan penentu kelulusan. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi setiap murid di literasi dan numerasi.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan bahwa hasil TKA bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan penilaian dalam jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Ia berharap siswa bisa mengikuti asesmen dengan rasa percaya diri dan jujur.

Keberhasilan Persiapan Sekolah

Kepala SD Dwijendra, Ni Nyoman Sukreni, mengungkapkan bahwa sekolah telah siap 100 persen menghadapi TKA, termasuk fasilitas pendukung seperti perangkat dan koneksi internet. Ia menjelaskan sebanyak delapan siswa akan mengikuti TKA tahun ini.

Persiapan dan sosialisasi TKA telah dilakukan secara bertahap, baik kepada guru maupun murid. Hal yang sama diungkapkan oleh Guru Kelas VI, Ni Wayan Mega Whidya Sridani, yang menyatakan latihan telah dimulai sejak tahun lalu. “Kami menambah jam pembelajaran khusus untuk Bahasa Indonesia dan Matematika, serta mengadaptasi soal sesuai kisi-kisi TKA,” ujarnya.

“Setelah simulasi, kami membuat soal dengan bentuk serupa untuk memperkuat pemahaman siswa. Persiapan ini sudah berlangsung sejak tahun lalu karena materi TKA mencakup pembelajaran dari kelas 4 hingga 6,” tambah guru tersebut.

Pemanfaatan PID dinilai memberikan dampak positif, membuat proses belajar lebih menarik dan efektif. Siswa mengaku senang dengan metode interaktif ini, sementara guru mengapresiasi kemudahan dalam menyampaikan materi secara visual dan dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *