Solving Problems: Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4 km

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 4 Km

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Pada Minggu pagi, Gunung Semeru yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali meletus. Menurut laporan yang diterima, erupsi terjadi pada pukul 07.06 WIB, dengan kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, intensitasnya tebal dan mengarah ke arah barat daya,” tutur Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Erupsi tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 31 detik. Selain itu, letusan juga disertai awan panas guguran yang mencapai jarak 4 kilometer dari puncak, menuju Besuk Kobokan.

Erupsi kedua terjadi pada 07.33 WIB, dengan visual letusan tidak teramati akibat pengaruh kabut. Data seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik. Pada 10.15 WIB, letusan ketiga terjadi, tetapi visualnya tidak terlihat karena kondisi cuaca.

Menurut Mukdas, saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, yang berjarak 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, warga diimbau tetap waspada di dekat tepi sungai, karena ada risiko perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km.

“Aktivitas di dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru juga dilarang, lantaran berpotensi terkena lontaran batu (pijar),” ujarnya.

Mukdas menambahkan, warga perlu mewaspadai bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Lokasi yang menjadi fokus adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *