Special Plan: ULM loloskan 107 proposal penelitian didanai Kemdiktisaintek

ULM Loloskan 107 Proposal Penelitian Didanai Kemdiktisaintek

Banjarbaru – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menembus seleksi dan mendapatkan 107 proposal penelitian yang dibiayai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Kemdiktisaintek) dalam Program Pendanaan Riset dan Pengembangan 2026. “Selamat tinggal, capaian ini merupakan hasil dari usaha konsisten dosen dalam meningkatkan kualitas riset dan pengabdian dengan pendekatan terencana,” ujar Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarbaru, Selasa.

“Prestasi ini bukan tercapai secara mendadak. Kami membangun ekosistem riset secara sistematis, mulai dari penguatan kapasitas dosen hingga pengelolaan proposal yang lebih terarah,” tegasnya.

Dalam upaya mencapai hasil tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM telah memperkuat pelatihan dan bimbingan untuk dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif serta sesuai dengan kebutuhan nasional. Kegiatan ini diadakan secara konsisten setiap tahun, membantu meningkatkan kualitas dan relevansi riset yang diajukan.

Rincian Proposal yang Lolos

Dalam skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), ULM mendapatkan 19 proposal Penelitian Dosen Pemula (PDP), 7 proposal baru, serta 7 proposal lanjutan. Sementara itu, skema Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) memberikan 4 proposal baru dan 7 proposal lanjutan. Di sisi lain, skema Penelitian Tesis Magister (PPS-PTM) memberikan 22 proposal yang dana. Tidak hanya itu, ada juga 3 proposal dalam skema PROTOTYPE, 1 dalam skema Penelitian Terapan Luaran Model (PT-LM), dan 3 dalam skema Penelitian Terapan Luaran Prototipe (PT-LP).

ULM juga memperoleh 3 proposal SINERGI dan 1 proposal RIKUB dalam skema kolaboratif dan strategis. Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, universitas tersebut mencatat 22 proposal PKM, 2 proposal Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), 1 proposal Program Inovasi Seni Nusantara (PISN), serta 1 proposal lanjutan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dan 1 proposal lanjutan Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD). Selain itu, terdapat 3 proposal kategori Bestari yang berhasil didanai.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan,” tambah Kepala LPPM ULM Prof Sunardi.

Sekretaris LPPM Dr Yuslena Sari menambahkan bahwa pendekatan yang diambil tidak hanya mengutamakan jumlah, tetapi juga kualitas hasil. “Kami memastikan setiap proposal yang diajukan memiliki potensi dampak nyata, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun dalam penyelesaian masalah sosial,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *