Visit Agenda: UAN PKPPS Wustha dimulai, ijazah pesantren diakui negara setara SMP
UAN PKPPS Wustha Dimulai, Ijazah Pesantren Dinyatakan Setara SMP
Di Jakarta, ujian akhir nasional pendidikan kesetaraan di Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) tingkat Wustha untuk tahun ajaran 2025/2026 telah dimulai pada Senin. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan pesantren kini mendapat pengakuan resmi dari pemerintah melalui ijazah yang memiliki nilai legalitas nasional.
Legitimasi Pendidikan Pesantren oleh Negara
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa lulusan PKPPS Wustha dianggap setara dengan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dengan demikian, mereka berhak melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, seperti Madrasah Aliyah (MA) atau Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Negara memberikan pengakuan penuh terhadap pendidikan pesantren. Ijazah PKPPS Wustha memiliki legalitas yang sama dan dapat digunakan untuk berpindah ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujar Suyitno di Jakarta, Senin.
Penguatan Sistem Evaluasi dengan UAN PKPPS
Suyitno menegaskan bahwa pelaksanaan UAN PKPPS menjadi bagian kritis dalam menjaga kualitas dan standar kompetensi lulusan pesantren. “Ujian ini memastikan santri tidak hanya dominan dalam ilmu agama, tetapi juga memenuhi standar nasional,” tambahnya.
PKPPS sebagai Jembatan Pendidikan Tradisional dan Nasional
Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa PKPPS dibuat khusus untuk pesantren salafiyah, tetapi tetap mempertahankan keunikan kurikulum berbasis kitab kuning. “PKPPS menjadi penghubung antara tradisi pesantren dengan sistem pendidikan nasional. Santri belajar kitab kuning tetapi juga mendapat pengakuan formal,” kata Basnang.
“Ujian PKPPS bukan hanya evaluasi akademik, tetapi juga bentuk penghargaan negara atas peran pesantren dalam pendidikan nasional,” ujar Basnang.
Secara nasional, UAN PKPPS Tahun Ajaran 2025/2026 diikuti oleh sekitar 69.176 santri. Ujian dilaksanakan bertahap, dengan tingkat Wustha berlangsung 20 April hingga 2 Mei 2026. Sebelumnya, tingkat Ulya telah berlangsung pada 6–19 April, dan akan dilanjutkan tingkat Ula pada 4–16 Mei. Semua tahap ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT).