Israel Kerahkan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Sedang Gencatan Senjata

Israel Kerahkan Kekuatan Penuh di Lebanon Meski Sedang Gencatan Senjata

Pada hari Sabtu (18/4/2026), pasukan Israel melakukan operasi penghancuran di kota Bint Jbeil, tempat terjadi pertempuran sengit dengan Hizbullah sebelumnya. Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa militer telah diberi instruksi untuk bertindak secara intensif di Lebanon, bahkan selama masa gencatan senjata.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa perintah tersebut dikeluarkan untuk melindungi pasukan dari ancaman di wilayah perbatasan. “Kami telah menetapkan strategi untuk memastikan keamanan tentara kami melalui tindakan militer yang berkelanjutan, termasuk di darat dan udara,” jelas Katz dalam acara di Tepi Barat yang diliput AFP.

“Tujuan utama kampanye di Lebanon adalah menghancurkan senjata Hizbullah dan menghilangkan ancaman terhadap komunitas Israel di utara, melalui kombinasi antara tindakan militer dan diplomasi,” kata Katz.

Satu anggota tentara Israel tewas di Lebanon Selatan pada Jumat (17/4/2026), saat ia memasuki bangunan yang dilengkapi ranjau. Peristiwa itu terjadi tepat saat gencatan senjata 10 hari yang berlaku. Menurut laporan militer, kejadian tersebut menunjukkan bahwa Israel tetap aktif dalam operasi.

Katz juga menyebutkan bahwa pasukan diperintahkan untuk menetralisir struktur dan jalan-jalan yang berpotensi mengancam tentara. “Ini adalah bagian dari upaya membangun zona keamanan di Lebanon Selatan, termasuk menghancurkan rumah-rumah yang digunakan Hizbullah sebagai pos paling dekat perbatasan,” tambahnya.

Perang Timur Tengah dimulai pada awal Maret ketika Hizbullah, yang didukung Iran, meluncurkan serangan roket ke Israel. Israel merespons dengan serangan besar di seluruh Lebanon dan invasi ke daerah selatan. Meski gencatan senjata berlangsung, tindakan militer tetap dilanjutkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Katz menegaskan bahwa jika pemerintah Lebanon gagal memenuhi kewajibannya, IDF akan terus melakukan aksi militer. “Kami tidak akan berhenti hingga ancaman terhadap wilayah kami dihilangkan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *